Terkenal dalam Drakor Princess Hours, Ternyata Ju Ji Hoon Trauma Pernah Terlibat Drama Tersebut, Ini Alasannya!

Terkenal dalam Drakor Princess Hours, Ternyata Ju Ji Hoon Trauma Pernah Terlibat Drama Tersebut, Ini Alasannya!
Terkenal dalam Drakor Princess Hours, Ternyata Ju Ji Hoon Trauma Pernah Terlibat Drama Tersebut, Ini Alasannya!
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ju Ji Hoon, seorang aktor terkenal Korea Selatan, telah menikmati popularitas yang melonjak berkat perannya dalam drama Korea, Princess Hours atau dikenal juga dengan nama Goong.

Namun, di balik sorotan terang itu, tersembunyi sebuah kisah yang jarang diketahui banyak orang, yaitu tentang trauma yang mendalam yang dialami oleh Ju Ji Hoon akibat keterlibatannya dalam drama tersebut.

Pengakuan mengenai trauma ini dilontarkan langsung oleh Ju Ji Hoon ketika ia menjadi bintang tamu dalam sebuah acara talkshow yang dipandu oleh Jung Jae Hyung, yang tayang di platform YouTube pada Minggu (24/3/2024).

Baca Juga:Sinopsis Godzilla x Kong: The New Empire Pertarungan Titan Terbesar Kembali MemukauKembali ke Layar Kaca, Lee Jung-hyun Ceritakan Proses Syuting “Parasyte: The Grey”  Setelah Menjadi Ibu

Awal kisah ini berawal ketika sutradara Princess Hours menghubungi Ju Ji Hoon. Saat itu, Ju Ji Hoon sebenarnya tengah menjalani proses audisi untuk peran dalam drama lain yang berjudul Spring Waltz.

“Aku tidak pernah kuliah di bidang drama, saat itu aku hanya seorang model. Dan tiba-tiba aku diberi kesempatan untuk menjadi seorang aktor. Tiga minggu setelah agenku menawarkan peran dalam Princess Hours, aku menolaknya. Aku terus menolak dan mengatakan bahwa aku tidak ingin melakukannya. Pada dasarnya, aku merasa tertekan,” ujarnya.

Ju Ji Hoon mulai merasakan tekanan mental yang besar ketika seluruh pemain berkumpul untuk membaca skenario drama tersebut.

“Pertemuan untuk membaca skenario tidak hanya menakutkan. Itu sangat menakutkan sampai-sampai sulit untuk dijelaskan. Sampai sekarang, aku masih merasakan trauma, dan aku masih kesulitan untuk mengucapkan dialog dalam pembacaan skenario,” kenangnya.

0 Komentar