JABAR EKSPRES – Demam berdarah dengue (DBD) seringkali diasosiasikan dengan demam tinggi dan ruam pada kulit. Namun, pengetahuan ini perlu diperbarui karena tidak semua kasus DBD menghasilkan gejala demam. Meskipun demikian, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala lain yang dapat menjadi pertanda adanya infeksi virus tersebut.
DBD, yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, merupakan penyakit yang serius dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Salah satu fakta menarik yang perlu diperhatikan adalah sekitar 75-90 persen pasien DBD tidak mengalami demam, seperti yang dilaporkan oleh laman Mount Elizabeth.
Beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai meskipun tanpa demam adalah rasa sakit hebat di perut, muntah darah, feses berwarna hitam, serta kesulitan bernapas. Deteksi tepat waktu sangat penting dalam mengurangi tingkat kematian akibat DBD.
Baca Juga:Benarkah Badai Matahari 2024 Tanda Awal Kiamat? Begini Penjelasannya Menurut Ustad Zulkifli AliSmart Wallet Danggap Scam Sebab Tawarkan Promosi Bonus 100% Bagi yang Top Up, Namun Proses Withdraw Masih Terkendala
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa tidak ada pengobatan khusus untuk DBD, namun penanganan difokuskan pada mengatasi gejala yang muncul. Oleh karena itu, jika seseorang mengalami gejala yang mencurigakan, seperti yang disebutkan di atas, segera berkonsultasi dengan dokter adalah langkah yang bijaksana.
Mengetahui bahwa DBD bisa terjadi tanpa adanya demam adalah pengetahuan penting bagi masyarakat. Informasi ini dapat membantu dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit ini, sehingga tindakan yang tepat dapat segera dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi yang serius.
