“Lalu yang nanti kita akan laksanakan di TPS Santiong dan Lebaksaat,” tambahnya.
Dia menyatakan, pihaknya telah memiliki bank sampah, namun mereka tidak melakukan proses daur ulang sendiri. Sebaliknya, mereka memberikan pada pihak yang siap mendaurulang.
“Nanti ada perusahaan yang menerima, jadi kita siapkan kesana karena kita tidak membuat daur ulang khusus untuk itu,” jelasnya.
Baca Juga:Menyoal Kurir dan Ojol Dapat THR, Ini Jawaban Disnakertrans JabarGeger! Warga Dekeng Bogor Temukan Mayat Bayi Masih Bertali Pusar
Kepala DLH Kota Cimahi itu menjelaskan, akan mengarahkan pihaknya untuk fokus pada pengelolaan limbah dan sampah dengan low value yang tak dapat didaur ulang oleh pabrik-pabrik, sementara pengelolaan limbah yang dapat didaur ulang akan menjadi tanggung jawab pabrik.
“Tapi yang anorganik high value yang kita bisa lepaskan tanpa harus diproses tanpa pengepungnya ini kita lepas atau jual ke mereka,” paparnya.
Chanifah mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak, menekankan tanggung jawab utama dalam penanganan sampah seharusnya ada pada produsen sampah, bukan hanya menjadi urusan dinas lingkungan hidup.
“Diantaranya mereka harus bijak mengelola sampah dari rumah, itu point nya. Kemudian yang kedua, tolong ikuti karena untuk mengelola sampah juga perlu biaya, maka tolong ikuti retribusi yang sudah ditetapkan,” tegas dia.
“Karena memang sekarang tidak imbang, antara retribusi dengan anggaran yang kita butuhkan untuk mengelola sampah ini,” tambahnya.
Selanjutnya, ia ingin mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai sebagai langkah pertama dalam upaya menjaga lingkungan.
“Kalau memang dia terpaksa maka ayolah pilah sampah, mana yang organik mana yang anorganik dan itu sudah cukup membantu untuk kami,” terang Kepala DLH Kota Cimahi itu.
Baca Juga:Canggih! Cek dan Bayar Pajak Kendaraan Serta PBB bisa Pakai Mesin Samsat Digital Kota BanjarKasus Suap di Lingkungan Pemkot Bandung, Bagaimana Asumsi Publik?
Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan bank sampah, termasuk bank sampah induk seperti Samici, untuk mengelola limbah secara efektif.
“Nanti yang anorganik high value silahkan itu bisa diambil oleh pelapak atau bank sampah unit, nanti yang low value atau residu biar saya yang urus,” pungkasnya. (Mong)
