JABAR EKSPRES – Wilayah laut selatan Kabupaten Sukabumi pada selasa (12/3/2024), mengalami musibah berupa banjir rob yang naik hingga ke daratan.
Akibatnya bencana tersebut, diketahui puluhan perahu milik nelayan setempat hancur, dan warung milik warga pun tak luput dari hantaman.
Dari informasi yang dihimpun, naiknya gelombang laut yang sempat menyebabkan banjir rob tersebut akibat intensitas hujan cukup tinggi, dan peralihan musim angin timur ke musim angin barat.
Baca Juga:Berburu Takjil di Kawasan Masjid Pusdai BandungPasar Kota Cimahi Mulai Ramai, Data Terbaru Harga Sembako Menunjukkan Stabilitas
Sementara itu Ketua SAR daerah (SARDA) Kabupaten Sukabumi Okih Pajri, mengatakan bahwa belan perahu nelayan mengalami rusak berat.
“13 Kapal ikan milik nelayan di wilayah pantai Ujung Genteng, pantai Cisolok, Pantai Pelabuhan Ratu rusak berat,” ujarnya saat dihubungi Jabar Ekspres Rabu (13/3/2024).
Kemudian sebanyak 5 unit rumah warga di pesisir pantai Ujung Genteng, serta 2 rumah di palabuhanratu mengalami kerusakan, kemudian 4 unit warung di Cisolok juga mengalami kerusakan.
Sambung Okih, selain perahu penangkap ikan dan rumah ataupun warung milik warga yang alami kerusakan, akibat kejadian tersebut juga sepanjang garing pantai di tiga wilayah tersebut mengalami abrasi.
“Wilayah Ujung Genteng mengalami abrasi 7 meter di garis pantai, sedangkan pantai Pelabuhan Ratu 8 meter, dan wilayah Cisolok 6 meter,” sambungnya.
Masih kata Okih, menurutnya data kerusakan saat ini bersifat sementara menyesuaikan dengan update di lapangan. Selain itu juga ia menyebut tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut.
“Kerugian masih bersifat sementara dan laporan lapangan, untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada,” tutupnya. (Mg9)
