Bertransformasi Jadi Universitas Teknologi Bandung, Ini Harapan sang Rektor

JABAR EKSPRES – Pelantikan Rektor dan Peresmian Universitas Teknologi Bandung (UTB) berlangsung di Kampus Universitas Teknologi Bandung, Jl. Soekarno Hatta No.378 Bandung, pada Selasa (5/3).

Penggantian nama dari yang semula Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bandung menjadi UTB, diharapkan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan bangsa.

Langkah besar ini merupakan hasil dari perencanaan dan evaluasi mendalam yang dilakukan oleh pihak manajemen, didukung oleh berbagai pihak terkemuka dalam dunia pendidikan, pemerintahan, industri, dan mitra kerja sama STT Bandung.

Rektor UTB, Muchammad Naseer mengatakan bahwa dengan adanya perubahan status tersebut, secara bidang keilmuan, pihaknya bakal lebih leluasa menambah bidang keilmuan tertentu.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Satu dari Tiga Tersangka Pembunuhan Wanita yang Dibuang di Banjar, Ternyata Caleg 

“Harapannya semoga ada bidang baru yang bisa berkontribusi ke negeri ini,” kata Naseer kepada awak media, di Depan Gedung UTB, Selasa (5/3).

Langkah pergantian status dianggap sebagai tonggak sejarah. Tentunya dalam perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompleks.

“Kami juga mendorong perubahan kurikulum yang rutin, supaya anak-anak dapat menghadapi Indonesia Emas 2045,” sambungnya.

Selain itu, menuju momen tersebut, saat ini UTB gencar mendorong dan percepatan dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Kami dorong yang S1 ke S2, lalu S2 dorong ke S3, dan seterusnya,” ujarnya.

Bersamaan, Ketua Yayasan UTB, I Made Bandem menyebut, pembangunan dan percepatan infrastruktur UTB pun dalam waktu dekat bakal dipersiapkan. Hal ini untuk menunjang aktivitas akademis.

“Selain perlu ada tambahan gedung kampus, kemudian kami juga akan mengembangkan labolatorium,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya terus mendukung pengadaan infrastruktur terkait. Dia mengharapkan adanya kerja yang baik dari segala unsur. “Harus kompak karena lantangan besar bagi yayasan adalah pengembangan infrastruktur,” pungkasnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan