Banjir Pasar Induk Gede Bage Masih jadi Sorotan, Pemkot Siapkan Ini

Petugas kepolisian tengah mengatur laju kendaraan melintasi area banjir di Jalan Soekarno Hatta, Gedebage, Kota Bandung. (Dok. Jabar Ekspres)
Petugas kepolisian tengah mengatur laju kendaraan melintasi area banjir di Jalan Soekarno Hatta, Gedebage, Kota Bandung. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan, berdasarkan temuan pihaknya, intensitas banjir pada saat ini justru mengalami peningkatan. Paling disorot adalah banjir di kawasan Pasar Induk Gede Bage.

Menurutnya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, mesti segera melakukan audit secara serius berkaitan dengan masalah banjir tersebut.

Jadi SDABM itu dengan fenomena yang sekarang ini banjir titiknya ternyata secara faktual bertambah itu harus dilakukan proses audit itu tugas dari kita

Baca Juga:Pergerakan Tanah di Desa Cibedug Kian Parah, Puluhan Rumah TerancamRawan Jadi Temuan Audit, Pengawasan Kucuran Hibah Diperketat

“Supaya kita paham secara komprehensif itu faktor banjir teh dari semua yang terjadi itu kenapa,” ungkap Ema kepada wartawan di Balaikota, belum lama ini.

“Itu artinya proses auditnya belum dilakukan. Kita minta supaya itu dilakukan. Supaya tahu persis nih, (banjir) Gede Bage kalau secara kasat mata. Secara, inikan upaya kita sudah. Jelas, kolam retensi ada ternyata tidak memadai,” sambungnya.

Ema mengungkapkan, lantas pihaknya mencanangkan penambahab kolam retensi. Guna arus pembuangan dari saluran yang semula hanya ke Sungai Cinambo, nanti ada lokasi lain yang bakal menampung luapan tersebut.

“Nah ini kita bikin tuh kayak kolam retensi yang di Margahayu. Termasuk juga aliran-aliran air yang biasa keluar dari pasar itu nanti alihkan,” sebutnya.

“Kolam retensi yang sudah ada sekarang, ternyata itu kan belum ada salurannya. Waktu saya inspeksi ke lapangan itu ya tidak ada salurannya. Pasti atuh cai ngalimpah ke jalan,” pungkasnya.

0 Komentar