Banyak Petugas KPPS yang Tumbang, Bukti Prioritas Kesehatan Bukan Masalah Utama

Ilustrasi: Petugas KPPS mendata masyarakat Kota Bandung dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebelum menycoblos.
Ilustrasi: Petugas KPPS mendata masyarakat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebelum menycoblos. (Foto: Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

BANDUNG, JABAR EKSPRES – Lewat data yang berhasil dihimpun oleh Jabar Ekspres, sebanyak 345 petugas KPPS sudah terlayani di posko kesehatan yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.

Dari keseluruhan petugas KPPS tersebut, mengerucut menjadi 10 yang harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit. Bahkan 1 pasien telah ditanyakan meninggal yakni Jajang ketua KPPS 18 Pasirwangi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian menuturkan, perlu adanya pembaharuan sistem dalam pemberian tugas para KPPS pada pelaksanaan Pemilu.

Baca Juga:Ingin Bersihkan Pinggiran Sungai Citarum, Seorang Petani Diduga Hanyut dan TenggelamSeorang Pemuda Regang Nyawa Usai Jatuh dan Terseret Arus Sungai Ciloa Ciwidey

Menurutnya, prioritas kesehatan dalam sistem perekrutan tak akan menggaransi para petugas terhindar dari sakit ataupun kelelahan. Bahkan diakuinya, apabila sistem ini terus dipertahankan, berat meminimalisir jatuh sakit para petugas di tengah Pemilu.

“Kami mengharapkan ada perbaikan sistem. Tadi Pak RW mengeluhkan jika caranya begini tetap saja akan banyak yang sakit. Saya pikir masuk akal,” ujar Anhar beberapa waktu lalu.

“Terus, apakah bisa dilaksanakan menjadi 2 hari? Hari pertama untuk pencobolosan, hari kedua perhitungan, misalnya. Saya kurang paham secara aturan bagaimana, tapi dari sisi kesehatan melihat kalau sistemnya masih seperti ini berat. Sesehat apapun orang kalau harus bergadang apalagi dengan tekanan,” lanjutnya.

Selain itu, hal mendasar yang sebetulnya harus ditekankan oleh KPU yakni mewajibkan para petugas melaksanakan sarapan di pagi hari. Hal kecil seperti ini, menurutnya, amat penting dalam menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima.

“Jaga kondisi badan, salah satunya saya meminta KPU mewajibkan mereka sarapan. Karena dari situ mulai tidak dirasa, ketika pencoblosan sore baru terasa mual segala macam,” jelasnya.

Namun terlepas dari hal tersebut, pihaknya tetap menjalankan SOP, yakni memeriksa seluruh petugas yang berpartisipasi pada kegiatan Pemilu 2024.

“Saya sudah meminta seluruh Kepala Puskesmas mengecek lagi seluruh anggota KPPS untuk memastikan kesehatannya. Khawatir masih ada yang sakit,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar