JABAR EKSPRES – Berikut ini merupakan penjelasan mengenai sisi kelam hari Valentine yang tidak banyak orang ketahui.
Tanggal 14 Februari menandai Hari Valentine, hari yang dirayakan secara global sebagai simbol cinta dan kasih sayang.
Namun, tahukah kamu asal-usul perayaan populer ini? Mari kita telusuri sejarahnya, menelusurinya kembali ke tradisi Romawi kuno.
Baca Juga:KPU: Tidak Terdaftar di DPT Tetap Masih Bisa Nyoblos, Begini SyaratnyaFilm Dirty Vote Viral, Mengungkap Kecurangan dan Ancaman Pemilu 2024
Akar Hari Valentine dapat ditelusuri kembali ke Romawi kuno, di mana sebuah festival yang dikenal sebagai Lupercalia dirayakan dari tanggal 13 hingga 15 Februari.
Lupercalia adalah festival kesuburan pagan yang didedikasikan untuk Lupercus, dewa penggembala dan kesuburan Romawi.
Selama festival ini, ritual dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kesuburan, termasuk memasangkan pria dan wanita muda melalui sistem undian.
Ketika agama Kristen menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi, berbagai upaya dilakukan untuk mengkristenkan festival-festival pagan.
Pada abad ke-5 Masehi, Paus Gelasius I mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine, menyejajarkannya dengan Lupercalia namun memberikan makna Kristiani.
Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa Valentine, seorang pendeta Kristen, menentang keputusan Kaisar Claudius II yang melarang pernikahan bagi para pemuda, karena kaisar percaya bahwa pria lajang akan menjadi prajurit yang lebih baik.
Valentine terus melakukan pernikahan secara rahasia, dan akhirnya ia ditangkap dan menjadi martir pada 14 Februari.
