JABAR EKSPRES – Tanah longsor terjadi di kampung Cibatu, Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak kabupaten Sukabumi pada Rabu (24/1) pagi sekira pukul 06.30 WIB.
Dalam video amatir yang dilihat Jabar Ekspres, terlihat tebing bergemuruh secara perlahan menghantam beberapa rumah milik warga.
Kepala Desa Sekarwangi Aben, mengatakan bahwa terjadinya bencana longsor tersebut berawal dirinya mendapatkan telpon dari Rw setempat yang memberitahukan ada suara mencurigakan diatas tebing.
Baca Juga:17 Orang luka Akibat Laka di Puncak Bogor, RSPG: 14 Sudah Pulang 3 Alami Luka BeratKetua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Hak Pilih pada Pemilu 2024
Tak berselang lama, Aben yang bersama unsur lainnya yang melihat tebing tersebut ternyata sudah mulai mengalami kemiringan.
“Sekitar jam 6 saya ditelpon oleh ketua Rw katanya ada bunyi (bergemuruh), setelah beberapa menit saya meluncur ke atas dan saat dilihat memang ada kemiringan (pada tebing) namun belum terjadi longsor,” ujar Aben pada awak media Rabu (24/1).
Tak butuh waktu lama, Aben yang saat itu bersama dengan aparat setempat memutuskan untuk mengevakuasi warga yang berada disetarakan tebing tersebut, benar saja 30 menit berselang akhirnya tebing tersebut longsor dan menghantam rumah warga.
“Setelah itu saya evakuasi warga bersama rt dan RW kita amankan masyarakat dari rumahnya yang kemungkinan terdampak. Sekitar 6.30 longsoran itu terjadi,” terangnya.
Aben melanjutkan, dampak dari longsor tersebut menghantam 10 rumah warga serta beberapa bangunan masyarakat lainnya terancam.
“10 rumah tertimbun, dan 4 rumah yang masih berdiri (terancam), Kami saat ini sedang mendata berapa jiwa berapa kk yang terdampak, ” ujarnya.
Menurutnya hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa sebab sebelum kejadian telah dilakukan evakuasi, ia menduga longsor tebing tersebut selain karena faktor cuaca ia juga karena brojong yang menahan tanah sudah tidak kuat.
Baca Juga:Diduga Lakukan Tindakan Asusila, Penjaga Sekolah di Cileunyi Bandung Babak Belur Dipukuli 5 PriaPemprov Jabar akan Rombak Beberapa Program yang Dibentuk 5 tahun Silam
“Pertama akibat hujan, kemudian saluran air di atas juga tidak memadai jadi air kemana aja, apalagi sebagian itu urugan (tanah) jadi sebagian dibawah pake bronjong jadi kemungkinan ga kuat nahan,” tutupnya. (Mg9)
