JABAR EKSPRES – Blok BRICS+ telah mengalami perluasan dengan bergabungnya Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan bersama dengan Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Ethiopia, dan Mesir.
Meskipun Argentina baru-baru ini mundur, kini blok ini memiliki lebih banyak negara anggota daripada G7. Perluasan ini telah direncanakan selama berbulan-bulan dan menandai evolusi dari akronim BRIC menjadi BRICS+. Afrika Selatan adalah negara terakhir yang bergabung, dan keanggotaannya telah mendorong perluasan Blok ini karena alasan-alasannya sendiri.
Selain itu, tiga anggota BRICS+ juga merupakan anggota dari OPEC, kartel minyak yang memengaruhi harga minyak dunia. OPEC telah lama menjadi bagian dari sistem keuangan global dan telah mendukung rezim-rezim seperti Venezuela, Irak, dan Iran. Keputusan anggota BRICS+ ini untuk berpartisipasi dalam OPEC juga menjadi perhatian investor ESG (Environmental, Social, and Governance) karena OPEC memiliki dampak besar terhadap pasar minyak dunia.
Baca Juga:Inilah Link Download Aplikasi 233 Leyuan, Ada Sakura Simulator?Link Nonton Film Aquaman and the Lost Kingdom 2024
Keikutsertaan negara anggota BRICS+ ini dalam OPEC juga mempengaruhi upaya Barat dalam diversifikasi pasokan energi mereka. Selain itu, investor juga perlu mempertimbangkan dampak politik dari keikutsertaan negara demokrasi seperti India dalam Blok ini, terutama jika negara tersebut memiliki hubungan dagang dengan Iran dan Rusia.
