“Namun kenyataannya kita tahu sekarang di Cigugur saja misalnya lebar sungai hanya 2-3 meter, paling lebar itu 4 meter. Di Melong pun demikian dibawah 6 meter,” terang Sambas.
Sambas menjelaskan, kontribusi pendangkalan sungai atau saluran secara ilmiah disebabkan oleh erosi tanah di kawasan hulu. Fenomena ini terjadi secara alami, di mana tanah tererosi dan terbawa aliran dari hulu sungai ke daerah tengah, Cimahi, dan akhirnya ke daerah hilir.
“Ini mengurangi juga ruas penampang sungai seharusnya menampung air secara maksimal,” bebernya.
Baca Juga:Perayaan Tahun Baru, Para Pedagang di Alun-alun Cimahi Ungkapkan Keluhan dan HarapanMalam Tahun Baru, Hotel Santika Pasirkaliki Bandung Bagikan Voucher Staycation Gratis untuk Pengunjung Ambara Rooftop Vaganza
Pembuangan limbah cair dan padat yang tidak terkelola dengan baik menjadi faktor signifikan dalam meningkatnya risiko banjir di Kota Cimahi. Menurut Sambas, pelayanan pengelolaan sampah belum mencapai 100%, menyebabkan sebagian sampah masuk ke saluran, menjadi salah satu penyebab potensial banjir.
“Sayangnya, penempatan ini sering tidak ideal dan tidak mematuhi kaidah teknis yang seharusnya diikuti,” kata Sambas.
Sambas menyampaikan, keberadaan barang tergeletak di dalam saluran dan melintang menyebabkan masalah terkait pembuangan sampah oleh masyarakat.
*Akibatnya, saluran menyempit, mengakibatkan luapan air dari sungai drainase saat hujan,” tambahnya. (Mong)
