Perayaan Tahun Baru, Para Pedagang di Alun-alun Cimahi Ungkapkan Keluhan dan Harapan

Praktik Pungutan Liar di Alun-alun Cimahi Saat Malam Tahun Baru, Pedagang Ungkap Keluhan dan Harapan
Doc. Salah Satu Pedagang Yang Mengeluhkan Adanya Pungutan Liar dari Oknum Tidak Dikenal (Firman Satria/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pedagang di alun-alun Cimahi mengungkapkan keluhan mereka terhadap praktik pungutan liar oleh oknum yang menagih biaya untuk tempat berjualan saat merayakan malam tahun baru.

“Di sini, tidak ada larangan terkait lahan pedagang, yang ada hanya penerapan karcis sebesar Rp15 ribu per orang. Mungkin inisiatif dari pemuda setempat untuk memeriahkan malam tahun baru,” ungkap Pak Endang (40) salah satu pedagang Sosis Bakar saat ditemui Jabar Ekspres di alun-alun Cimahi, Minggu, 31 Desember 2023.

Endang menuturkan, tidak ada keluhan atau larangan pada malam tahun baru, satu-satunya persyaratan adalah membayar biaya lahan.

Baca Juga:Malam Tahun Baru, Hotel Santika Pasirkaliki Bandung Bagikan Voucher Staycation Gratis untuk Pengunjung Ambara Rooftop VaganzaGempa Sumedang: Ancaman Dari Sesar Aktif yang Belum Terpetakan

“Ini menjadi tradisi yang diikuti oleh pemuda di sini setiap malam tahun baru,” ucap Endang.

Endang mengharapkan agar pemerintah memastikan pedagang tidak menghadapi tekanan berlebihan saat menggelar acara, terutama terkait larangan yang mungkin diberlakukan oleh pihak terkait terhadap kegiatan penjualan mereka.

“Pedagang saat ini merasa terbatas, kebebasan berjualan berkurang. Kami berharap mendapatkan dukungan pemerintah dengan menyediakan lahan yang nyaman bagi pedagang kecil seperti kami,” ujar Endang.

Hal yang sama dialami oleh Ibu Mintarsih (60), seorang pedagang bakso, mengalami pengalaman serupa saat menitipkan barang dagangannya dengan nilai yang signifikan pada pihak penitipan.

“Saya menitipkan barang dengan biaya titip Rp. 50 ribu per hari. Pembayaran saya biasanya dilakukan pada tanggal 18, namun pada tanggal 16, saya mengambil kembali barang tersebut,” ungkap Mintarsih.

Minarsih mengungkapkan, penjualan di malam tahun baru kemarin masih sepi. Ia, sebagai penduduk Ciburuy, Bandung Barat, menjalankan usahanya di alun-alun Cimahi.

“Meskipun malam tahun baru ramai pengunjung masyarakat, sepi sudah hampir tiga bulan sepi,” ungkapnya.

Baca Juga:Pasca Malam Tahun Baru, Alun-alun Cimahi Dipenuhi 2,5 Ton SampahGempa Sumedang Guncang Suasana Tahun Baru, 53 Rumah Rusak

Berbeda halnya dengan salah seorang penjual aksesoris di alun-alun Cimahi, menurut pandangannya tentang perubahan suasana di tahun baru 2024. Kunjungan warga di alun-alun tampak meningkat dan menciptakan keramaian yang positif.

0 Komentar