Kecewa, Para PKL Dalam Kaum Gelar Aksi Doa Bersama

JABAREKSPRES, BANDUNG – Ditengah hari besar umat kristiani, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) melakukan aksi doa bersama di sepanjang jalan Dalam Kaum Kota Bandung pada hari Senin 25 Desember 2023.

Koordinator pada aksi doa bersama tersebut Bintang Simbolon mengungkapkan tanggal 7 Desember 2023, Para pemerintah kota Bandung termasuk SATPOL PP Kota Bandung melakukan penggusuran terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) Dalam Kaum dengan menggunakan kekerasan, tanpa pemberitahuan.

“Padahal seperti kita tahu bahwa dalam Konstitusi kita menjamin rakyatnya untuk beraktifitas mencari nafkah,” ungkap Bintang, Senin (25/12).

“Kita tahu bahwa PKL mencari nafkah di jalan, tetapi bagaimana nasib para PKL tersebut ketika tempat mencari nafkahnya dipotong oleh pemerintah kota Bandung. Kemudian pemerintah kota Bandung katanya merelokasikan tempat para pedagang PKL tersebut ke basement Alun – Alun kota Bandung, tetapi kami tahu bahwa relokasi tersebut bukan merelokasikan, tetapi membunuh kami secara perlahan,” sambungnya.

BACA JUGA: Pro Kontra Perubahan Hari Jadi Persib, Ini Respons Bobotoh

Menurut Bintang, tempat tersebut dianggap tidak layak untuk ditempati, karena ketika hujan besar tempat tersebut banjir, dan juga berdesakan dengan PKL yang sudah ada disana.

Terlebih Bintang menyampaikan sebagian besar pembeli yang liburan ke kota Bandung pasti tidak tahu bahwa basemen tersebut dijadikan lokasi wisata kuliner.

“Apakah pemerintah kota Bandung memikirkan hal negatif tersebut selain memikirkan Keindahan, Kenyamanan, Ketertiban (K3) tanpa adanya Solusi yang pasti selain relokasi ke tempat tersebut,” tegas Bintang.

“Dari perjalanan awal sampai saat ini, dengan tanpa kejelasan dari pemerintah kota Bandung. Maka kami para PKL yang dizolimi. Entah dari batin, maupun jasmani kami. Kami para PKL yang merasa sangat kecewa oleh pemerintah kota Bandung akhirnya melakukan Aksi Doa Bersama,” Kata Bintang.

Aksi doa bersama tersebut hadir diakui Bintang karena, pemerintah kota Bandung telah hilangnya rasa keadilan dari kepada rakyat yang ditindas dari relokasi kemarin bahkan sampai sekarang.

“Maka dari itu kami menuntut apa yang seharusnya kami dapatkan dari pemerintah kota Bandung sebagai yang katanya wakil rakyat dari kami,” tegasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan