JABAR EKSPRES – Warga Desa Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan satu keluarga tewas di dalam kamar sebuah rumah, pada Selasa (12/12) pagi.
Tiga orang tersebut adalah ayah W (40), Ibu S (35) dan RY (12). Ibu dan Anak ditemukan meninggal dengan mulut mengeluarkan busa dan cairan, sementara sang ayah ditemukan dalam kondisi masih hidup namun mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah.
Warga yang menemukan satu keluarga tewas iniĀ langsung memberikan pertolongan dengan membawa sang ayah ke Rumah sakit, namun saat tiba di RS, nyawanya sudah tak tertolong.
Baca Juga:Meningkat Lagi, Ini Gejala Covid-19 Terbaru yang Perlu WaspadaiVIRAL, Polisi Stop Relawan Ambulans, Hingga Pasien Terbentur Bangku Supir
Orang pertama yang menemukan kejadian tersebut adalah salah satu anaknya AKE (12), karena keluarga ini memiliki dua anak perempuan kembar.
AKE mengaku sebelum kejadian sempat terbangun pukul 03.00 dini hari, dia melihat adek kembarnya RY disuruh pindah tidur kekamar orang tuanya di kamar depan.
Tanpa menaruh curiga AKE kembali melanjutkan tidur. Namun saat terbangun subuh dia mengaku heran karena orang tuanya belum ada yang bangun, lalu dia bermaksud membangunkannya, namun kamar terkunci dari dalam.
Dia sudah berusaha mengetuk pintu dan mulai menaruh curiga karena tidak ada sahutan, lalu dia meminta bantuan pada tetangganya.
Saat tetangganya membuka paksa pintu kamar, didapati dua orang yakni ibu dan adeknya sudah terbujur kaku diatas tempat tidur dengan mulut berbusa, sementara ayahnya berlumuran darah dengan luka dipergelangan tangan bagian kiri.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat, yang langsung menjelaskan kronologinya pada awak media.
“Pada hari ini, tadi pagi, kejadian pertama diketahui oleh tetangga sekitar rumah bahwa ada anak yang meminta tolong. Kemudian oleh tetangga tersebut, dicek, di dalam kamar ditemukan ada tiga orang atas nama Pak WE (Wahab) itu dalam keadaan tangannya mengeluarkan darah,” ujar Gandha di lokasi kejadian, Selasa (12/12).
Gandha mengaku langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.
