“Saya selaku penyuplai material alam kecewa dengan perilaku kontraktor tender ini, saya menagih hak saya sebesar Rp24 juta atas material bahan bangunan yang belum dibayar. Tapi tidak ada itikad baik, nomor telepon yang yang bersangkutan (kontraktor) tidak aktif,” kata Eka Kustiawan, penyuplai material alam untuk bangunan gedung BPS Kota Banjar, Senin 11 Desember 2023.
Menurut dia, sudah dua minggu kontraktor tidak melanjutkan pekerjaan tersebut. Padahal, sesuai kontrak harus selesai sekitar 22 Desember 2023. Sementara, hingga saat ini, gedung yang rencananya dibangun dua lantai itu baru selesak sekitat 30 persen.
“Ini sudah pasti molor melebihi masa kontrak karena sampai saat ini saja prosesnya baru 30 persen, baru satu lantai dan pembangunannya baru sebatas pengecoran,” katanya.
Baca Juga:Panpel Sayangkan KPU dan Bawaslu Kota Bogor Absen dalam Deklarasi Damai Pilpres 2024USAID Apresiasi Komitmen KLHK dan YABI Jaga Ekosistem dan Populasi Badak Sumatera
Di tempat yang sama, kepala tukang pembangunan kantor BPS Kota Banjar Ipin Aripin mengatakan, ada sekitar 35 buruh bangunan yang belum dibayar.
“Peringatan resmi sudah dua kali kita layangkan, karena progres pembangunannya saat ini baru mencapai 30 persen. Kemudian beberapa hari ini juga malah tidak ada kegiatan pekerjaan. Kendala pihak ketiganya masalah finansial (keuangan,Red). Karena pihak ketiga baru mencairkan uang muka sekitar 23 persen dari nilai kontrak,” kata Dadang Hermawan.
Dadang menjelaskan, untuk pencarian termin 50 persen dari nilai kontrak Rp2,1 miliar lebih, syarat progres pembangunan harus 55 persen.
“Pihak ketiga ini tidak bisa mencairkan termin pembayaran 50 persen karena progres pembangunannya sampai saat ini baru sekitar 30 persen,” ujar Dadang Hermawan. (CEP)
