Antisipasi Penurunan Lahan, DPKP KBB Lakukan Kajian di Dua Kecamatan Wilayah Selatan

Antisipasi Penurunan Lahan, DPKP KBB Lakukan Kajian di Dua Kecamatan Wilayah Selatan
Ilustrasi, DPKP KBB lakukan kajian LP2B di dua kecamatan wilayah selatan. Selasa (12/12)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akui luas lahan baku bagi pertanian di wilayahnya mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan.

Mengantisipasi hal tersebut, DPKP Kabupaten Bandung Barat tengah gencar melakukan kajian pengembangan program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Rongga.

Sebab, hingga saat ini, lanjut Lukman, Perbup tersebut belum ditetapkan karena masih menunggu proses kajian atau pemetaan lahan pertanian pangan di tiap kecamatan.

Baca Juga:Tersisa 19 Kasus Covid-19, Dinkes Kota Bandung Belum Bisa Pastikan JenisnyaTrotoar di Jalan Jenderal Sudirman Cimahi Rusak Akibat Akar Pohon

“Namun untuk Perdanya sudah ada yakni Perda Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” katanya.

“Rencananya tahun depan kami akan melakukan pemetaan atau kajian lagi untuk empat kecamatan yang dominan lahan pertanian pangannya,” sambung Lukman.

Disinggung soal luas lahan sawah di KBB saat ini apakah mengalami pengurangan dari tahun ke tahun, Lukman mengakui terjadi pengurangan. Berdasarkan data yang ada luas lahan baku sawah (LBS) berdasarkan data BPS tahun 2016 adalah 21.670 hektare (ha).

Namun data BPS terbaru tahun 2023, luas lahan baku sawah menjadi hanya 18.350,82 ha yang tersebar di 15 kecamatan minus Kecamatan Parongpong. Itu terbagi menjadi sawah irigasi seluas 3.856,49 ha dan sawah non irigasi seluas 14.493,34 ha.

0 Komentar