Bank Sampah Cisangkuy Lestari di Pameungpeuk Bandung, Berhasil Kelola Limbah Berbasis Ekonomi Sirkular

Bank Sampah Cisangkuy Lestari di Kampung Cibintinu, Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung telah berhasil mengelola limbah ruma tangga, dengan dukungan kerjasama oleh Subsektor 5 Sektor 21 Citarum Harum. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Bank Sampah Cisangkuy Lestari di Kampung Cibintinu, Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung telah berhasil mengelola limbah ruma tangga, dengan dukungan kerjasama oleh Subsektor 5 Sektor 21 Citarum Harum. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Terbukti dalam pengelolaan sampah rumah tangga cukup sampai di sini, tidak perlu lagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” tukas Suryatman.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, produksi sampah skala nasional terus menunjukkan angka yang tergolong cukup tinggi.

Pada 2021 lalu, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, jumlah timbulan sampah di Indonesia mecapai sekira 68,5 juta ton.

Baca Juga:3 Personel Polresta Bandung Dipecat Secara Tidak Hormat Atas Kasus Narkoba dan DesersiBanjir di Kota Bandung, Parahnya Kondisi Sampah Jadi Pemicunya?

Angka tersebur diketahui terus akan mengalami pertumbuhan yang lebih banyak, seiring dengan semakin meningkatnya populasi jumlah penduduk di Indonesia.

Melansir data dari situs waste4change, diterangkan bahwa ada sebanyak 64,52 persen sampah yang telah berhasil dikelola di Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan, adanya potensi pemanfaatan sampah mencapai Rp426 miliah rupiah dalam kerangka ekonomi sirkular.

Namun sayangnya, masih banyak yang belum menyadari akan potensi ekonomi dari sampah yang dipandang sepele tersebut.

Sementara itu, Koordinator Pengelolaan Sampah Cisangkuy Lestari, Dudu Muhrom menuturkan, dalam mengelola sampah dibutuhkan kesadaran dan kemauan dari masyarakat itu sendiri.

“Mulai dari penarikan pemilahan dan pemusnahan residu menggunakan alat teknologi tepat guna,” tuturnya.

Dudu mengakui, pendapatan masyarakat sudah bisa dirasakan dari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Baca Juga:Para Pedagang Pasar Baru Bakal Lakukan Demo di Balai Kota Bandung, Apa Alasannya?Usulan Penyertaan Modal PT Jamkrida Jabar dapat Angin Segar

“Alhamdulillah selama berjalan mengelola sampah ada pendapatan untuk keluarga, yaitu dari iuran warga juga hasil dari penjualan sampah yang dipilah,” ucapnya.

Dudu berharap, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular tersebut bisa diterapkan di setiap RW atau Desa, agar masalah sampah bisa teratasi.

“Dengan adanya alat pemusnah sampah teknologi tepat guna, sangat membantu dalam penanganan sampah residu rumah tangga,” katanya.

“Sehingga sampah bisa teratasi dengan tepat dan menjadi sumber pendapatan ekonomi,” pungkas Dudu. (Bas)

Laman:

1 2
0 Komentar