JABAR EKSPRES – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) gencar dalam melakukan penurunan stunting di Kota Cimahi.
Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi mengatakan, komitmen untuk mewujudkan Zero New Stunting sejalan dengan pembangunan Kota Cimahi tahun 2023 yaitu penguatan stabilitas sosial, daya saing ekonomi, dan sumber daya manusia.
“Data hasil survey status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Kota Cimahi sebesar 16,4%. Ini masih diperlukan upaya yang masih untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai 14% di tahun 2024,” imbuhnya.
Baca Juga:Jika Terpilih di 2024, Anies Baswedan Bakal Terapkan Kebijakan Ini untuk Petani!Terbukti Bersalah, Yana Mulyana Dituntut JPU 5 Tahun Penjara
Ia menuturkan, dalam pelaksanaan audit kasus stunting di Kota Cimahi, upaya penanganan dan perbaikan tata laksana kasus dan upaya pencegahan, agar tidak terjadi kasus yang serupa.
Sementara itu, pelaksanaan audit kasus stunting tingkat Kota Cimahi, menjadi momentum refleksi sekaligus konsistensi dalam upaya penurunan angka stunting di Cimahi. (Mong)
