Dia mengaku hal itu sudah mengacu pada juknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Jadi kita mengikuti juknis tersebut (Kemenkes) bahwa PMT yang diberikan kepada balita ini adalah PMT lokal berarti dengan bahan dasar lokal yang diolah oleh UMKM. Kita mengikuti juknis tersebut dengan pemberian selama 28 hari dengan 6 hari kudapan dan 1 hari makanan bekal,” ungkapnya saat konferensi Pers di Balai Kota Depok, Kamis (16/11).
Mary juga mengungkap penyebab permasalahan tersebut timbul, diduga karena masyarakat belum familiar dengan istilah kudapan serta belum mengetahui bahwa pemberian PMT bukan makanan lengkap.
Baca Juga:Kapan Drama Only For Love Episode 25 Tayang?, Berikut Jadwal Tayang Lengkap dan SinopsisnyaTerbukti Bersalah, Ibu Mertua Presiden Korsel Dihukum Penjara 1 Tahun, Apa Hubungannya dengan G-Dragon?
“Ini kan rame ‘Cuma dua tahu, cuma dua otak-otak’. Dari buku resep yang dikeluarkan UNICEF dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan bahwa memang di kudapan itu terdapat dua jenis protein hewani yang sudah mencukupi kandungan gizi untuk para balita,” tuturnya.
Mary menyebut PMT yang diberikan pada warga saat ini adalah dari insentif daerah. Pihaknya mendapat anggaran dari pemerintah pusat untuk PMT lokal sebesar Rp 4,9 miliar yang akan diberikan ke 38 puskesmas Kota Depok.
“(Per paket) Rp 18.000 itu all in ada pajak, ada distribusi, ada untuk kemasan, pencucian, karena kita bilang ke vendor penyedia cuci dahulu karena kita tidak ingin menambah himpunan sampah di Kota Depok. (Paket) 9.882 tiap hari selama 28 hari nanti numpuk seperti apa, sehingga kita minta kemasannya yang dipakai ulang atau reuse,” tambah Mary
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa PMT itu sudah memenuhi standar gizi. namun sosialisasinya saja yang belum maksimal ke masyarakat.
“Persepsinya selama ini yang sering dilakukan PMT Kota Depok adalah PMT yang diberikan dengan non-anggaran pemerintah ya, baik pihak swasta, CSR perusahaan, kemudian dari PKK dengan anggaran sponsor, anggaran CSR gitu. Jadi selalu diberikan menu lengkap. Belum pernah memang PMT lokal dalam bentuk kudapan,” pungkasnya.
