Baznas Jabar Peduli Kesehatan Lansia, Hadirkan Klinik Lansia di Kabupaten Bogor

Baznas Jabar berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Bogor membangun klinik ramah Lansia guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi lansia khususnya di wilayah Bogor.
Baznas Jabar berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Bogor membangun klinik ramah Lansia guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi lansia khususnya di wilayah Bogor.
0 Komentar

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, A. Burhanudin menyambut baik pembangunan klinik ramah lansia dan keluarga di Kabupaten Bogor tersebut.

“Secara pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten Bogor, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Baznas Jabar yang telah menginisiasi pembangunan klinik ramah lansia dan keluarga berkolaborasi dengan Baznas Bogor, klinik lansia ini akan menjadi yang pertama di Kabupaten Bogor” kata Burhanuddin.

“Meskipun saat ini kita sedang menuju puncak era bonus demografi dan data BPS menunjukan jumlah lansia di indonesia meningkat pesat, sehingga menuju ageing population dimana 1 dari 10 penduduk adalah lansia,” imbuhnya.

Baca Juga:Tingkatkan Produktivitas Gula Merah, Petebu Ganjar Bantu Asosiasi Bentuk BUMDesGBB Serap Langsung Aspirasi Pekerja dan Siap Perjuangkan Ganjar-Mahfud

Kehadiran klinik ramah lansia dan keluarga di Kabupaten Bogor ini bisa menjadi upaya bersama untuk mendorong lansia tetap sehat, produktif, dan berkontribusi bagi pembangunan.

Pembangunan klinik ramah lansia ini dijadwalkan memiliki tiga tahap, dan setelah beroperasi, diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat lansia di Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk ikut berkontribusi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat.

“Kondisi lansia bisa menjadi tantangan tersendiri jika tidak disiapkan dari sekarang, perlu upaya bersama untuk mendorong lansia dapat tetap sehat, produktif dan berkontribusi bagi pembangunan, sehingga tantangan ageing population kelak menjadi peluang bonus demografi kedua dan menjadi aset penting berkelanjutan” pungkasnya. (bbs)

0 Komentar