Hampir 6 Jam Diautopsi, Begini Penjelasan Dokter Soal Mayat Dalam Mobil di Sukabumi

JABAR EKSPRES – S (54), mayat yang ditemukan tewas pada Selasa dini hari, 7 November 2023 di Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menjalani autopsi di RSUD Syamsudin S.H, Kota Sukabumi pada Rabu, 8 November 2023 sekitar pukul 10.00 WIB.

Mayat yang baru saja selesai diautopsi tersebut, kemudian dimandikan sesuai ajaran islam sebelum dibawa ke rumah duka di Kota Depok, Jawa Barat, sekitar pukul 15.30 WIB.

Dikonfirmasi kepada Ketua Tim Dokter Forensik RSUD Syamsudin S.H, Nurul Aida Fathia, mengatakan bahwa pasca dilakukan autopsi tidak ditemukan tanda-tanda luka lecet, hanya saja kekurangan oksigen.

“Kalau dari korban sendiri luka-luka yang signifikan seperti luka terbuka atau luka lecet kaya gitu tidak ditemukan. Cuman di sini kelihatan bahwa korban kekurangan oksigen itu yang paling jelas,” ujarnya pada awak media, Rabu 8 November 2023.

Kendati tidak ditemukan luka memar ataupun lecet, ia mengatakan bahwa hal tersebut bisa tersamarkan oleh kulit yang sudah menghijau, termasuk ada indikasi kekerasan atau tidaknya.

“Kalau dari penglihatan saya tadi itu nggak, tapi itu juga bisa tersamarkan oleh pembusukan, karena kulitnya sudah mulai berwarna kehijauan, tentunya kalau misalnya ada memar bisa jadi tersamarkan dengan adanya pembusukan tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Pria Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Mobil di Sukabumi, Kaki dan Tangan Terikat Lakban

Saat disinggung soal penemuan mayat tersebut dalam keadaan wajar atau tidaknya, ia menerangkan bahwa hal tersebut tergantung dari penyelidikan, sebab maksud dari kekurangan nafas itu, merupakan prosesnya bukan penyebabnya.

“Kalau kekurangan nafas itu bukan penyebab, itu prosesnya. Kan prosesnya bisa macam-macam. Apakah memang penyakit atau yang lain (kejanggalan), kalau yg lain itu harus lihat dari tkp nya bagaimana,” ujarnya.

“Salah satunya peran dari penyidik itu sangat besar di tkp, penyidik itu menemukannya ke arah mana, kalau saya hanya meriksa dari korbannya mendukung atau tidak kecurigaan dari penyidik,” imbuhnya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa mayat tersebut diperkirakan sudah lebih dari sehari dalam keadaan tanpa nyawa.

“Kalau perkiraan waktu kematian range-nya karena sudah mulai membusuk, yang pasti lebih dari 24 jam, tapi busuknya sih belum semuanya jadi mungkin antara satu sampai dua hari,” tuturnya.

Writer: Riki AchmadEditor: Muhammad Al Hafizh Putra Reza

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan