JABAR EKSPRES – Sekretaris Komisi II DPRD Jabar R Yunandar Rukhiadi Eka Perwira, turut merespon kondisi makin anjloknya luas panen padi di Jabar. Menurutnya, petani membutuhkan suntikan permodalan tapi masih belum ada Bank Plat Merah yang bersedia mengcover.
Politikus PDIP itu menguraikan, konsep luas panen padi memang berbeda dengan luas lahan pertanian eksisting. “Luas panen itu berapa padi ditanam dan berapa kali panen. Jadi ada faktor pengkali. Karena setahun bisa dua sampai tiga kali panen,” jelasnya kepada Jabar Ekspres, Kamis, 2 November 2023.
Biasanya modal itu diperlukan untuk sejumlah kegiatan dalam proses tanam. Misalnya untuk ongkos sumber daya manusia mengolah sawah hingga menanam benih. “Modal terbesar untuk tenaga kerja. Dari proses olah lahan sampai panen. Tapi sampai hari ini tidak ada satupun Bank Pemerintah di Jabar yang memberi modal untuk petani,” ucapnya.
Baca Juga:Kasus Penembakan di Bekasi, Lanjutan Konflik Lama Antara John Kei dan Nus KeiHarga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp94 Ribu di Pasar Kosambi
Di sisi lain, Badan Pusat Statisti (BPS) Jabar mencatat bahwa luas panen di Jabar juga makin anjlok setiap tahunnya. Pada 2021 luas panen mencapai 1,604 juta hektar. Pada 2022 angkanya 1,367 juta hektar dan prediksi pada 2023 hanya mencapai 1,307 juta hektar. (son)
