Sayangnya, di Indonesia isu boikot bisa jadi ditunggangi oleh kepentingan persaingan usaha. Ajakan boikot kerap diikuti dengan seruan membeli produk tertentu.
Dalam sebuah pengajian, dia menjelaskan bahwa ajakan boikot produk asing semisal Danone Aqua, Nestle atau lainnya itu pada akhirnya yang tidak dibeli hanya satu produk saja. Setelah diselidiki, sambung dia, misal Aqua ternyata merupakan produk dalam negeri.
“Ujung-ujungnya ada udah di balik peyek. Jangan beli itu tapi beli ini, ya sama saja kan,” katanya.
Baca Juga:Seni Panen Berkelanjutan di Kebun Kopi Java HaluIsrael Dibuat Geram oleh Keputusan Elon Musk yang Siap Memperluas Layanan Internet di Jalur Gaza
Dia melanjutkan, belum lagi misal boikot yang dilakukan terhadap Aqua juga akan berdampak pada kesejahteraan pegawai pabrik yang mayoritas juga masyarakat muslim. Artinya, sambung dia, apabila diboikot maka yang akan terkena banyak PHK adalah warga muslim.
“Jadi saya mohon jangan menuruti emosi, karena nanti Indonesia yang merugi,” pungkasnya.
