Seni Panen Berkelanjutan di Kebun Kopi Java Halu

Seni Panen Berkelanjutan di Kebun Kopi Java Halu
Komisaris Java Halu Coffee Farm, Rani Mayasari (tengah) bersama para petani perempuan, selesai melakukan proses pascapanen kopi di tempat pengolahan Java Halu Coffee Farm, Mekarwangi, Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Foto: Dok. for Jabarekspres)
0 Komentar

Sebuah ‘keuntungan’ bagi Java Halu Coffee tersebut, bukan sekadar keuntungan biasa. Penjualan barang bernilai dari olahan sampah ini memiliki target yang besar. Mancanegara. Menurutnya, ketiga produk itu memiliki nilai jual yang tinggi di industri kopi internasional. Nilai ekonomi barang ini hampir sama besar dengan harga kopi special grade.

“Misalnya fire starter. Harganya $7 per kilo. Namun kami belum (menjual di Indonesia). Masih mencari partner yang bukan hanya menjual. Tapi ingin sharing soal waste management ke prosessor-prosessor lain,” ujar Rani.

“Seperti saat kami membutuhkan mesin yang berkualitas tinggi. Bahkan BI menyanggupi dengan membelikan merek luar negeri,” jelasnya.

Baca Juga:Israel Dibuat Geram oleh Keputusan Elon Musk yang Siap Memperluas Layanan Internet di Jalur GazaPerdana Menteri Israel Netanyahu Minta Maaf karena Salahkan Pejabat Keamanan atas Serangan Hamas

Bahkan menyoal pembinaan, dirinya menilai Bank Indonesia sangat serius melihat potensi-potensi para pegiat UMKM. Termasuk bantuan terhadap Java Halu Coffee Farm saat hendak terbang ke mancanegara. Sejumlah pembiayaan ditanggung guna mendukung aroma kopi itu bisa tercium ke dunia.

“Mudah-mudahan dengan prestasi yang kami torehkan. Semoga BI bisa lebih yakin terhadap kami. Jadi kami bisa lebih dikasih energi dalam berinovasi,” tandasnya.

Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan UMKM

Perubahan iklim merupakan tantangan besar bagi setiap lini industri mikro. Juga tentu saja berdampak pada pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dalam menjawab tantangan ini, Bank Indonesia (BI) Jawa Barat (Jabar) berupaya untuk mempersiapkan UMKM dalam bertransformasi menuju UMKM hijau.

0 Komentar