JABAR EKSPRES – Penyakit cacar monyet atau monkeypox menghantui Indonesia. Tercatat kasus tersebut sudah muncul di Ibu Kota Jakarta. Lantas ini menjadi sorotan berbagai pihak, tak terkecuali masyarakat di wilayah Jawa Barat (Jabar).
Adapun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, menyampaikan, hingga saat ini dikonfirmasi belum ada catatan kasus tersebut muncul di Bandung. Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian.
“Kalau potensi penyebaran (cacar monyet) ke Kota Bandung, tentu saja tetap ada. Apalagi sarana transportasi Jakarta-Bandung, kan, sekarang sangat mudah,” sebutnya.
Baca Juga:Pemkot Bandung Tegaskan Pengawasan Bangunan Tak Berizin Terus BerjalanPansus Masih Godog Raperda Jasa Konstruksi, Serap 1,15 Juta Penduduk Jabar jadi Pekerja
“Hanya barangkali sekarang yang harus kita cermati kan cara penularannya. Itu memang virus, tapi cara penularannya tidak melalui udara. Melainkan melalui kontak erat. Kontak fisik,” sambung Anhar.
Lantas dirinya mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa kesahatan. Termasuk apabila sudah muncul gejala yang memiliki indikasi penyakit monkeypox. Anhar pun memberi penjelasan terkait gejala tersebut.
“Gejala awalnya, gejala standarnya kan biasa ya demam, pegal-pegal. Itu tidak jadi spesifik ya. Kalau kemudian sudah timbul bintik-bintik (disertai) juga cacar,” jelas Anhar.
“Kalau bintik DBD itu bintik bentolnya, ini lebih besar. Itu baru hati-hati. Dan itu biasanya penyebarannya relatif cepat. Tapi sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh,” pungkasnya. (zar)
