KPAID Kabupaten Cirebon Terima 7 Laporan Kasus Perundungan

Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiyah sosialisasi anti bulying di SMPN 10 Kota Cirebon.
Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiyah sosialisasi anti bulying di SMPN 10 Kota Cirebon. (Foto: Ayu Lestari/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Untuk mencegah adanya kasus bullying yang makin masif, pihaknya pun melakukan berbagai upaya. Sosialisasi ke sekolah-sekolah menjadi upaya yang terus dilakukan KPAID Kabupaten Cirebon.

“Kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ucapnya.

“Kami memberikan edukasi tentang perundungan bully terhadap siswa dan dampak dari bully itu apa saja, apa yang harus dilakukan ketika menjadi korban bullying,” imbuhnya.

Dari upaya sosialisasi itu, Bunda fifi mengaku, pihaknya juga mengimbau kepada pihak sekolah agar lebih intens lagi komunikasi dengan siswanya.

Baca Juga:Sungai Ciesek Tercemar, Pemkec Megamendung Lakukan Langkah Ini!Kenapa Warga Bogor Diimbau Biasakan Makan Makanan Selain Nasi?!

Menurutnya, guru itu harus memahami karakter dari anak-anaknya, apalagi ada perubahan anak dari yang tadinya ceria menjadi murung terus gak mau masuk sekolah dalam beberapa hari.

“Kami juga mengimbau agar pihak sekolah terus berkomunikasi intens juga dengan orangtua siswa. Kenapa demikian? Agar terjalin penuh rasa tanggung jawab yang dilakukan pihak sekolah dan orangtua,” bebernya.

“Komunikasi intens bisa dilakukan dengan adanya suatu forum (grup WhatsApp) agar semua aktivitas siswa bisa dilaporkan guru ke forum tersebut maupun sebaliknya, jika orangtua memiliki kendala juga bisa dilaporkan,” pungkasnya. (Mg7)

0 Komentar