JABAR EKSPRES – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menawarkan diri untuk menjadi juru damai dalam krisis Israel-Palestina yang sedang berlangsung.
“Saya ingin menyatakan bahwa Turki siap untuk melakukan mediasi apa saja, termasuk pertukaran tahanan, jika kedua belah pihak memintanya,” ujar Erdogan pada Senin setelah pertemuan Kabinet di ibukota Ankara.
Dia juga mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mengakhiri kekerasan, dengan mengatakan bahwa Turki mengutuk serangan Israel ke wilayah Palestina dan tembakan roket Palestina ke arah warga sipil Israel.
Baca Juga:Israel Putuskan Pasokan Air dan Listrik Hingga Makanan untuk Gaza, Warga Palestina Dikepung Total!Pejabat Palestina Mengutuk “Pembantaian” Israel terhadap 15 Keluarga di Gaza, Sementara Jumlah Korban Tewas Meningkat Menjadi 436 Orang
“Kami percaya bahwa tidak akan ada perdamaian di wilayah ini tanpa pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan integritas geografis, di dalam perbatasan 1967, dengan Yerusalem sebagai ibukotanya,” Erdogan menegaskan.
Dia menegaskan kembali dukungan Turki untuk solusi yang adil dan langgeng untuk konflik tersebut, berdasarkan pengakuan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Menteri Energi Israel, Israel Katz, mengeluarkan perintah untuk “segera menghentikan aliran air ke Gaza”, menurut juru bicaranya.
“Saya telah memerintahkan pengepungan total terhadap Gaza,” kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant setelah sesi penilaian tentara, menurut situs berita Times of Israel.
“Tidak akan ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar, semuanya ditutup (ke Gaza),” tambah Gallant.
