JABAR EKSPRES- Para pengunjuk rasa yang berpihak kepada Israel dan yang mendukung perjuangan Palestina telah menggelar demonstrasi yang bersaing di berbagai kota di Amerika Serikat. Mereka memfokuskan perhatian pada konflik di Timur Tengah yang telah mengakibatkan kematian ratusan orang dan luka ribuan lainnya.
Di New York City, polisi mengelilingi kompleks PBB ketika sekelompok demonstran pro-Palestina berkumpul satu blok jauhnya, berseru dan mengibarkan bendera. Mereka dihadang oleh penghalang logam di trotoar sementara petugas berupaya memisahkan mereka dari kelompok pro-Israel di seberang jalan. Beberapa di antaranya juga mengibarkan bendera Israel.
Saat sebagian demonstran pro-Palestina hendak pergi, orang-orang yang membawa bendera Israel melintasi penghalang. Terjadi insiden singkat di tengah kerumunan.
Baca Juga:5 Rekomendasi Tempat Wisata yang Terkenal di BandungHamas Serang Israel dan Tewaskan Ribuan Orang, Siapakah Hamas Itu ?
Seorang individu merobek bendera Israel dan melemparkannya ke trotoar, di mana orang-orang menginjaknya. Polisi segera memisahkan kedua kelompok.
“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ketika Palestina berjuang, diaspora juga berdiri bersama,” kata Munir Atalla dari Gerakan Pemuda Palestina sebelum insiden.
Di Times Square, video di media sosial menunjukkan para pendukung Palestina melakukan unjuk rasa, dengan penghalang polisi memisahkan mereka dari kelompok pro-Israel. Pendukung Palestina berbaris sambil berseru, “Palestina merdeka, merdeka, panjang umur Palestina,” dan “Dari sungai hingga laut, Palestina akan merdeka,” sementara para wisatawan dan penonton mengabadikan momen tersebut dengan foto.
Di Atlanta, lebih dari 75 orang melakukan aksi demonstrasi di konsulat Israel pada hari Minggu (8/10/2023) sore. Mereka meneriakkan yel-yel yang mendukung Hamas dan menuntut penghentian bantuan AS kepada Israel.
“Kami di sini karena kami yakin bahwa semua orang di Amerika sedang mendukung Israel yang terlibat dalam kebijakan aparteid,” ujar Natalie Villasana, anggota Partai Sosialisme dan Pembebasan.
Villasana berpendapat bahwa bantuan militer AS seharusnya dialokasikan untuk menangani masalah di dalam negeri. Para demonstran juga meyakini bahwa tindakan Hamas adalah tanggapan terhadap kekerasan sistemik Israel terhadap warga Palestina.
