JABAR EKSPRES – Meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Barat (Jabar) bakal menjadi perhatian serius Komisi V DPRD Jabar. Kondisi itu bakal menjadi bahan evaluasi komisi dalam rapat dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar.
Menurut Siti, pola koordinasi antara Pemprov dan Pemda Kabupaten atau Kota yang kini banyak dijabat Penjabat (Pj) juga bisa jadi salah satu perhatian. “Mungkin apakah terjadi mis antara provinsi dengan daerah. Itu juga perlu diperdalam,” ucapnya.
Sejauh ini Komisi V selalu mendukung sejumlah program yang dilakukan Pemprov atau Dinkes dalam hal kepentingan kesehatan masyarakat. Misalnya untuk merealisasikan berbagai program kesehatan seperti Puspa ataupun Germas. Termasuk dalam optimalisasi layanan di rumah sakit daerah. “Kalau untuk Dinkes itu kami dukung 100 persen top lah,” jelasnya.
Baca Juga:Menengok Seke Bakan Teureup, Air Melimpah yang Belum Teroptimalkan di Tengah KemarauSoal Inflasi di Kota Bandung, Ema: Angkanya Sangat Terkendali
Kemudian dari sisi penyebab kematiannya juga beragam. Mulai dari faktor eklampsi, pendarahan, infeksi, hingga gangguan metabolisme. Namun terbanyak adalah eklampsi dengan 114 kasus. Eklampsi sendiri dapat dipahami sebagai komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang sebelum, selama, atau setelah persalinan.
