JABAR EKSPRES – Media sosial tengah ramai dengan unggahan sebuah video viral yang menunjukkan adanya dugan beras plastik yang dijual di Gerakan Pasar Murah Pemko Binjai di Kelurahan Berngam, Binjai Kota.
Beras plastik yang ditunjukkan dalam video tersebut sudah dibuat nasi dan dibuat bentuk bulatan seperti dikepal-kepal. Ada dua bulatan nasi yang dibuatnya sebagai perbandingan.
Dalam vdieo dengan suara dua perempuan tersebut, menunjukkan seperti apa tekstur dua bulatan nasi yang terbuat dari beras yang beli dari Gerakan Pasar Murah Pemko Binjai dengan nasi yang dibuat dari beras yang dibeli di Kilang.
Baca Juga:Doa Membuka Aura Wajah Agar Terlihat Lebih BercahayaSpoiler The Worst Of Evil Episode 6, Ji Chang Wook Makin Resah dengan Kebucinan Gi Cheol Pada Eui Jeong
Kedua beras tersebut memiliki tekstur yang berbeda. Beras yang dibeli dari pasar murah lebih padat dan tidak lengket, bahkan ketika dilempar ke lantai bisa memantul dan terlempar.
Sementara beras yang beli dikilang memiliki tekstur yang lebih benyek dan lengket, ketika dilempar ke lantai, nasi tersebut langsung menempel pada lantai dan berubah bentuk.
Hal ini menurut pembuat video merupakan bukti adanya kecurigaan mendapatkan beras yang terbuat dari plastik.
Pembuat video tersebut mengaku rugi karena sudah membeli beras tersebut sebanyak 6 karung goni. Beras tersebut telah dimasak sebanyak 1 kilo. Rencananya dia akan memasak nasi tersebut untuk anak-anak yatim.
“Untung baru sekali masak, belum saya makan ini, padahal rencananya mau saya kasih untuk anak yatim,” ucapnya yang dilansir dari akun tiktok @ikhsanfarera.
Dia mengaku akan mengembalikan beras plastik tersebut kepada pemerintah karena merasa sudah dirugikan.
Menanggapi unggahan tersebut, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi menyebut Polres Binjai sudah mendatangi ibu-ibu yang menyebarkan video beras plastik tersebut.
Baca Juga:Bocoran Film Frozen 3, Sutradara Ungkap Ide Cerita yang Luar Biasa10 Negara Paling Religius di Dunia, Indonesia Urutan ke Berapa?
“Ya, sudah datang memang tim dari Unit Ekonomi Polres Binjai untuk meminta klarifikasi dan keterangan terhadap ibu tersebut,” jelas AKP Zuhatta.
Kedatanga pihak Polres Binjai menemui pembuat video tersebut untuk menadpatkan klarifikasinya terkait video yang kini tenbgah viral tersebut.
