“Mengurus PCINU sebagai bentuk perkhidmatan, bisa dilakukan di sela-sela kerjaan, malam hari ataupun saat hari libur, umumnya Sabtu dan Minggu,” terang putra dari pasangan Ustaz Ahmad Suari dan Nyai Mafrudah ini.
“Saya berharap semoga pencapaian ini dapat membawa manfaat yang lebih besar, dapat menginspirasi masyarakat Indonesia, khususnya kaum santri,” harapnya.
“Bahwa santri juga memiliki potensi yang besar, kaum santri memiliki kekuatan tambahan, yaitu kecerdasan spiritual, dengan kecerdasan ini santri bisa mengimbangi perilaku hidup menuju manusia unggul,” pungkasnya.
Baca Juga:Ganjartivity ITB, Unpad dan UPI Bahas Soal Seni Budaya BandungUlama Karismatik Cirebon, KH Abdul Hayyi Imam Serahkan Tongkat ke Ganjar Pranowo
Sekadar informasi, Achmad Gazali merupakan alumni beberapa pondok pesantren (ponpes) Tanah Air di antaranya Ponpes Miftahul Ulum Pedukoan, Pakong Pamekasan, Ponpes Miftahul Ulum Bettet, Proppo, Pamekasan, Ponpes Alhamidiah Malang, Ponpes Nailul Ula Ploso Kuning, Yogyakarta.
Sementara pendidikan Achmad Gazali dimulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangkes III, Kadur, Pamekasan, MTsN Sumber Bungur Pakong, Pamekasan, Madrasah Aliah Negeri (MAN) II Pamekasan, program sarjana (S1) UIN Malik Ibrahim Malang, S2 Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, serta program doktoral atau S3 di Gifu University, Jepang. (tur)
