JABAR EKSPRES, BANDUNG – Sejumlah pedagang beras mulai mempertanyakan bantuan pemerintah terkait kenaikan harga yang terjadi.
Dalam hal ini yaitu penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pasar (SPHP) ke pasar tradisional.
Apabila benar ada bantuan itu, kata Saepuloh, tentu para pedagang beras bakal amat terbantu sekali.
Baca Juga:Sebut Kondisi Sarimukti Masih Bermasalah, Kadis DLH Kabupaten Bandung Nilai Bank Sampah Bisa Jadi SolusiTPA Kopi Luhur Cirebon Kembali Terbakar
Mengingat kenaikan harga yang terjadi, pedagang beras di Pasar Gedebage bahkan kesulitan mendapat bati atau untung.
“Sekarang gak ada kalau mau ambil untung juga. Mengandalkan langganan aja. Pokoknya pada kasian sekarang mah. Cuman ngikutin (harga) pengirim aja sekarang. Susah dicari batinya,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemeterologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menyebut, selain memantau perkembangan kenaikan harga, pihaknya terus berkoordinasi dengan Bulog Bandung.
“Kami dengan Perum Bulog sementara ini untuk menstabilkan harga, yaitu memasukan beras dari Bulog ke pasar untuk dijual para pengecer,” ungkap Meiwan kepada Jabarekspres melalui sambungan telepon, Rabu (6/9).
“Adapun untuk stok masih aman dan tersedia di Kota Bandung. Disperitas harga di tiap pasar pasti terjadi adanya perbedaan distribusi beras,” jelasnya.
