JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) terus melakukan antisipasi terhadap kenaikan inflasi dan harga beras ditengah adanya ancaman El Nino.
Arifin menambahkan, dari setiap kegiatan GPM Pemprov Jabar menyediakan anggaran sebesar Rp25 juta yang digunakan untuk mensubsidi para distributor.
“Nah itu untuk memfasilitasi distribusi sebesar Rp1500 – Rp2000. Jadi barang yang dari kelompok tani itu dibawa keempat penjualan konsumen untuk kita fasilitasi distribusinya, sehingga harganya akan menjadi lebih murah,” katanya.
Baca Juga:Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Mantan Pegawai Bank BRI Cabang Ciamis Ditetapkan Tersangka Oleh Kejaksaan Tinggi Jawa BaratResmi Dikukuhkan, Bima Arya Minta Pengurus Baru Katar Kota Bogor Bantu Tuntaskan Stunting
Sehingga dengan anggaran yang disediakan hingga Rp1,2 miliar, GPM ini menurut Arifin akan terus dilakukan hingga akhir tahun 2023 nanti.
“GPM ini juga bisa turut menekan kenaikan harga beras sekaligus membantu daya beli warga. Sehingga GPM ini rencananya akan terus digenjot hingga akhir Desember 2023 dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar yang sudah ada, dan kita usulkan nanti di APBD Perubahan sekitar Rp1,8 miliar. Jadi ini untuk antisipasi El Nino,” imbuhnya. (San).
