‘Bekaseman’ Keraton Kasepuhan, Tradisi Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW

Proses membuat 'Bekaseman' di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.
Proses membuat 'Bekaseman' di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon. (Foto: Ayu Lestari/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Setelah siraman panjang selesai, rangkaian kegiatan selanjutnya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan adalah bekaseman.

Bekaseman jadi panganan khas saat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan, pasalnya lauk ini jangan panganan wajib dimakan bersama nasi jimat.

Patih Pangeran Raja Gumelar Surya Diningrat, dimasak pada h-3 peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan.

Baca Juga:Siraman Panjang Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton KasepuhanPembangunan Monumen Pencak Silat Cimande Masih Terbentur Lahan, Ini Kata Disparbud

“Bekasem itu adalah, bahannya dari ikan, ikan kakap dan lain-lain, hampir satu bulan lebih didalam guci,” katanya, Jumat 22 September 2023.

Lauk ikan ini, cara buatnya dengan difermentasi di dalam gentong. Dalam satu gentong berisi 4 kilogram ikan, ikan yang digunakan ialah ikan kakap.

“Ikan itu nanti akan di campur dengan nasi rosul atau nasi jimat,” jelasnya.

Diendapkan selama 30 hari lamanya, ikan kakap di dalam gentong ini sudah dibaluri bumbu rempah-rempah.

“Ada 3 sampai 4 jenis ikan, nasi rosul itu nasi kebuli, dibuatnya nanti H3, prosesinya sudah berjalan di dapur maulud,” bebernya.

Bumbu rempah-rempah ini, terdiri dari garam, nasi dan gula merah, lalu didiamkan selama 30 hari.

“Disuguhkan nanti pada saat acara panjang jimat, bumbunya ada garam dan lain-lain khusus untuk bahan bikin bekasem,” ucapnya.

Baca Juga:SK Pemecatan Kepsek SD Negeri Cibeureum 1 Kota Bogor Digugat, Bima Arya Tegaskan Hal Ini!Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini, Dishub Kota Bandung Luncurkan Taman Lalu Lintas Portable

Setelah genap 30 hari didiamkan, kemudian ikan yang sudah dibaluri bumbu rempah di cuci sebanyak 3 kali, kemudian ikan tersebut dibawa ke dapur maulid. (Mg7)

0 Komentar