JABAR EKSPRES – Eksitensi politik Partai Demokrat dan PDI Perjuangan (PDIP) tengah menjadi sorotan sejumlah pihak teramsuk pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi. Ia menyoroti komunikasi di antara keduanya.
Sang pengamat politik tersebut menilai bahwa Partai Demokrat akan lebih nyaman berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo daripada dengan Partai Gerindra.
Kemudian snag pengamat politik tersebut mengatakan bahwa Partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut harus memilih antara Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto, karena tidak ada lagi muncul Capres baru atau koalisi baru, kecuali Demokrat abstain sebagaimana Pilpres yang lalu.
Baca Juga:Dinilai Cepat Tanggap Bongkar Kasus Rumah Produksi Film Dewasa di Jaksel, Lemkapi Apresiasi Kinerja Polda Metro JayaSutradara Film Dewasa Ngaku Terinspirasi dari Film Lawas, Polisi Panggil Belasan Terduga Pemeran Hari Ini
“Namun, melihat kecenderungan yang ada saat ini, menurut saya, Demokrat akan lebih nyaman berkoalisi dengan PDIP daripada dengan Gerindra,” katanya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang Yohanes Jimmy Nami yang mengatakan bahwa PDIP menjadi pelabuhan yang cocok bagi Partai Demokrat yang telah keluar dari koalisi perubahan.
Menurut dia, pilihan Partai Demokrat berkoalisi bersama PDIP mampu meningkatkan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat AHY secara personal dan Demokrat akan mendapatkan profit elektoral yang mumpuni.
