JABAR EKSPRES – Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyebut kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai contoh keberhasilan Belt and Road Initiative (BRI) yang dicanangkan pemerintah China.
“Kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek unggulan dalam kerja sama Belt and Road China-Indonesia, yang telah mendapat perhatian besar,” Kata Mao Ning, dikutip dari Antara, Jumat (15/9/23)
Kereta cepat, menurut Mao Ning, juga merupakan contoh keberhasilan China dan negara-negara regional dalam upaya modernisasi.
Baca Juga:Lakukan Pelanggaran Disiplin, Jadon Sancho Resmi di Skors Manchester UnitedSambut Pemilu 2024, Film “Kejarlah Janji” Ajak Millineal Sadar Politik, Ini Sinopsisnya!
“Dengan berpegang pada prinsip-prinsip konsultasi, kontribusi dan saling menguntungkan, Hal ini tentunya akan menciptakan dorongan yang kuat untuk konektivitas regional. Kami telah mencatat hasil uji coba Presiden Joko Widodo dan komentar positifnya,” Katanya.
Dia berharap dan percaya bahwa kereta cepat akan membantu memfasilitasi perjalanan bagi masyarakat Indonesia. “Dan tentunya akan meningkatkan potensi pengembangan ekonomi lokal,” kata Mao Ning.
Selama pengujian, kereta cepat pertama di Indonesia ini berjalan dengan lambat, melaju dari kecepatan 50 km/jam hingga kecepatan maksimum 350 km/jam.
Presiden Jokowi berharap kehadiran moda transportasi ini akan meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari mobil pribadi ke transportasi umum untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara di Jakarta, Bandung dan sekitarnya.
Kata “sabuk” merujuk pada jalur darat berupa jalan raya yang menghubungkan China dengan Asia Tengah dan Selatan, serta Eropa dan jalur kereta api yang juga dikenal dengan sebutan Jalur Sutra Ekonomi (Silk Road Economic Belt).
