Diklaim Bisa Obati Berbagai Penyakit, Metode Raksa Jasad Tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Mohamad Budi Akbar sebut Raksa Jagat tercatat sebgaau warisan budaya tak benda. Jabar Ekspres/Dedi Suhandi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Mohamad Budi Akbar sebut Raksa Jagat tercatat sebgaau warisan budaya tak benda. Jabar Ekspres/Dedi Suhandi.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bisa mengobati berbagai jenis penyakit, metode pengobatan Raksa Jasad kini telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya tak benda tingkat Kabupaten dan Provinsi. Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Mohamad Budi Akbar pada Jumat, 15 September 2023.

“Alhamdulilah, ada dua yang lolos menjadi warisan budaya Indonesia yaitu Tari Ajeng Kasumedangan dan pengobatan tradisional Raksa Jasad,” ungkap Budi.

Ia menuturkan, bahwa pengobatan tradisional itu murni hasil dari perpaduan energi.

Baca Juga:Partai Demokrat Dinilai Cocok Berkoalisi dengan PDIP, Pengamat Politik Ungkap PandangannyaDinilai Cepat Tanggap Bongkar Kasus Rumah Produksi Film Dewasa di Jaksel, Lemkapi Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya

“Memadukan energi yang ada di tubuh dan energi yang ada di alam, sehingga menimbulkan energi baru yang bisa dipergunakan untuk pengobatan,” tambahnya.

Budi mengklaim bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang ilmiah, tidak ada mistis. Bahkan, sampai sekarang masih berlanjut dan kini terdapat beberapa murid Agusmus (Raksa Jasad).

Di samping itu, terdapat pengobatan lain berupa totok, bekam, pijit, dan lain sebagainya. Bahkan, disediakan juga obat yang dapat diminum atau dioleskan di permukaan kulit.

Tidak hanya itu Budi juga menerangkan, bahwa obat-obatan yang dimaksud itu sudah mendapatkan lisensi, baik dari BPOM maupun lesensi produk halalnya.
Kemudian ia menyebut bahwa ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi warisan budaya yang ada khususnya di kabupaten Sumedang.

“Agar tidak diakui oleh negara lain ke depanya, ini kan bertahap, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi dan warisan budaya Indonesia, nah tinggal selangkah lagi jadi warisan budaya dunia di bawah UNESCO. Intinya, jangan sampai ada negara lain yang mengaku ini warisan budayanya,” tuturnya.

0 Komentar