JABAR EKSPRES – Demonstrasi besar-besaran akan digelar untuk mendesak pemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang memperburuk pemanasan global akan digelar oleh para aktivis iklim di seluruh dunia.
Tahun ini telah menyaksikan banjir, kebakaran hutan, dan kekeringan yang mengakibatkan kematian dan kerusakan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Para penyelenggara telah menyiapkan lebih dari 500 pertemuan yang akan berlangsung dari Jumat hingga Minggu di 54 negara, termasuk Pakistan, Nigeria, dan Amerika Serikat.
Baca Juga:Korban Tewas dalam Bencana Banjir Dahsyat di Libya Melonjak Menjadi 11.300 OrangNokia XR21, Smartphone Baru Super Gagah dengan Harga yang Tak Bikin Dompet Jebol!
“Ini ditujukan kepada para pemimpin dunia,” ujar Mitzi Jonelle Tan, seorang aktivis iklim dari gerakan pemuda Fridays for Future di Manila, Filipina.
“Waktu industri bahan bakar fosil sudah habis. Kita membutuhkan transisi yang adil, dan kita harus menghentikan penggunaan bahan bakar fosil yang menyebabkan kerusakan lingkungan,” katanya kepada kantor berita Reuters.
Tuntutan utama para penyelenggara mencakup penghentian segera subsidi pemerintah untuk industri minyak dan gas, serta pembatalan rencana ekspansi produksi bahan bakar fosil.
Pada tahun lalu, pemerintah mengalokasikan dana sebesar 7 triliun dolar atau setara dengan 107.674.000.000.000 rupiah untuk industri minyak, gas, dan batu bara, menurut analisis Dana Moneter Internasional (IMF).
