“Persiapan nomor lari sudah 100 persen. Karena ada pelajar yang unggul di nomor itu. Sementara, untuk nomor lempar dan lompat ada bibit baru di sekolah. Tujuannya untuk menambah pengalaman dan jam terbang siswa,” kata A. Tito Tri Utomo.
Nomor-nomor yang diikuti oleh SMPN 1 Pangalengan adalah disiplin yang sama dengan yang dilombakan dalam O2SN. Menurut A. Tito Tri Utomo, nomor-nomor tersebut adalah yang juga mereka favoritkan. “Kami berharapnya tentu anak-anak memiliki pengalaman di perlombaan atletik, agar dapat membawa nama sekolah dan nama daerah,” tutur SMPN 1 Pangalengan.
Tito Tri Utomo menyebut bahwa persaingan dalam West Java Qualifiers. Apalagi banyak sekolah bagus dari Kota Bandung, Bogor hingga Cirebon yang tentunya akan menjadi lawan tangguh. “Tapi kami ya percaya kepada kemampuan yang kami miliki, memaksimalkan hasil latihan selama ini, juara atau tidaknya yang penting kami mencoba memberikan yang terbaik saja,” lanjutnya.
Baca Juga:Coach DBL Rizki Ramadan Siap Antarkan Siswanya Bersaing di SAC Indonesia 2023Khas Sunda! Resep Ayam Kemangi Pedas Bikin Nagih & Wangi
“Semoga SAC Indonesia bisa menjadi wadah bagi atlet usia dini untuk memaksimalkan potensi terbaik yang ada di Indonesia, yang harapannya bisa menyuplai atlet atletik bagi daerahnya masing-masing untuk Pelatnas nantinya,” tandas A. Tito Trio Utomo
Energen Champion SAC Indonesia merupakan hasil kerjasama PB PASI dan DBL Indonesia. Pada penyelenggaraan musim lalu, Energen Champion SAC Indonesia berhasil menggaet 31 ribu pelajar lebih dari 2000 sekolah dari seluruh Indonesia. Diharapkan tahun ini SAC Indonesia kembali menjadi wadah bagi anak-anak Indonesia untuk terus aktif mempopulerkan olahraga atletik.
