Soal Cagar Budaya di Ciroyom, Keseriusan Pemkot Bandung Dipertanyakan

Keseriusan Pemkot Bandung Dipertanyakan Soal Cagar Budaya di Ciroyom
Bangunan di samping DKPP Kota Bandung sudah diratakan dan mulai dilakukan penggalian proyek pembangunan fly over. (Foto: Pandu Muslim/JE)
0 Komentar

“Ini kan tidak ada pemberitahuan dan informasi, kenapa? Kemudian ini juga malah mengancam cagar budaya yang telah lama kita perjuangkan dan penting bagi Kota Bandung,” tandasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, sedari awal rencana pembangunan fly over tersebut, pihaknya telah melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) guna menjaga bangunan heritage tersebut.

“Mereka sudah memberikan advice dan kita sudah ingatkan,” ungkap Ema kepada wartawan di Balaikota, belum lama ini.

Baca Juga:Dokter Gadungan di Surabaya Ternyata Catut Data Milik Dokter di Kabupaten BandungPemkot Bandung Klaim Kondisi TPS Kian Membaik, Ritase Sampah Bertambah

“Karena ini bukan pekerjaan kota tapi Kemenhub (Kementerian Perhubungan), supaya ini tidak melanggar pemeliharaan cagar budaya,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, diperkirakan ada sekitar 16 meter lahan di Dispangtan yang terkena pembangunan flyover tersebut.

Kendati demikian, dia menuturkan, sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan rekomendasi pembongkaran dari Disparbud ataupun Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

“Yang heritage ini mulai dari pos jabar menjorok ke balakang. Dan kita tidak akan membiarkan itu (pembongkaran) sebelum terima rekomendasi tertulis,” tutur Gin Gin.

Lantas pembongkaran bangunan, sebetulnya sama sekali belum dilakukan. Terlebih bangunan tersebut masuk kategori bangunan bersejarah tipe A.

Dia berharap, kontruksi bangunan awal dan akhir setelah pembongkaran tidak berubah. Sekalipun tidak menutup kemungkinan bakal ada perubahan kontruksi pada fly over.

“Kalau diubah nanti akan ambil lahan punya warga, bukan milik pemerintah. Kami masih menunggu dan memantau karena selama ini juga selalu kita rawat dan pelihara,” pungkasnya.

0 Komentar