Kelompok Teroris PKK/YPG Serang Masjid di Suriah Utara, Memaksa Migrasi Warga Sipil

JABAR EKSPRES – Belum lama ini kelompok teroris PKK/YPG yang terkenal kejam melancarkan serangan roket ke sebuah masjid yang terletak di desa Ulashli, distrik Al Bab, Suriah utara, Jumat, 8 September 2023.

Aksi terorisme ini mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada rumah-rumah warga sipil setempat, sehingga memaksa sekitar 200 keluarga mengungsi ke pusat distrik.

Untungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut, menurut sumber-sumber lokal yang dapat dipercaya.

Seorang saksi mata, yang diidentifikasi hanya sebagai Abdullah, mengungkapkan bahwa Masjid Omar bin Khattab mengalami kerusakan yang cukup besar selama serangan kelompok teroris PKK/YPG.

BACA JUGA: Buntut Pembakaran Al-Qur’an di Swedia, Erdogan Berseru kepada Umat Islam untuk Bersatu Menentang Islamofobia

“Sembilan puluh persen warga sipil di desa tersebut harus meninggalkan rumah mereka menuju pusat Al Bab,” katanya, dikutip dari TRT World.

Pusat distrik Al Bab sebelumnya telah dibebaskan dari kendali kelompok teror ISIS selama Operasi Perisai Eufrat Turki pada Februari 2017.

Selain itu, PKK/YPG telah menimbulkan kekhawatiran dengan menahan delapan anggota muda dari sebuah suku Arab di desa Azma yang terletak di wilayah barat Deir Ezzor.

Keberadaan dan kondisi mereka masih belum diketahui hingga saat ini.

BACA JUGA: Uni Eropa Menolak Keras Aksi Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

Aksi terorisme oleh PKK/YPG ini tampaknya merupakan respon pembalasan terhadap upaya yang sedang berlangsung dari suku-suku Arab di Suriah timur yang sedang berjuang untuk merebut kembali desa-desa dari cengkeraman PKK/YPG, seperti yang dikatakan oleh penduduk setempat.

Suku-suku Arab memulai operasi mereka pada tanggal 27 Agustus, menargetkan kelompok teror PKK/YPG di distrik Deir Ezzor, Aleppo.

Sejak saat itu, sebuah pencapaian signifikan telah dicapai, dengan total 33 desa yang dibebaskan dari pendudukan PKK/YPG di daerah pedesaan provinsi Deir Ezzor, Raqqa, dan Hasakah, serta distrik Manbij di Aleppo.

BACA JUGA: Dunia Muslim Mengutuk Aksi Pembakaran Al-Qur’an yang Diizinkan oleh Pemerintah Swedia

Penting untuk dicatat bahwa PKK, yang telah melakukan kampanye teror selama lebih dari 35 tahun melawan Turki, secara resmi diakui sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan