18 Persen Warga Kota Bogor Tak Tahu Pelaksanaan Pemilu 2024, KPU Targetkan 90 Persen Partisipan

Sejumlah narasumber dihadirkan KPU Kota Bogor saat menggelar Rakor bersama unsur media. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Sejumlah narasumber dihadirkan KPU Kota Bogor saat menggelar Rakor bersama unsur media. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor mencatat 18 persen penduduk Kota Bogor belum mengetahui tanggal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin saat menggelar ‘Rapat Koordinasi Bersama Unsur Media’ di Agria Hotel Bogor, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor pada Jum’at, 1 September 2023 sore.

“Sekitar 18 persen warga masih tidak tahu kapan Pemilu akan diadakan,” ungkapnya dalam sambutan.

Baca Juga:Gebyar Barudak Hebring: Tingkatkan Literasi Numerasi di Kabupaten SumedangAntusiasme Pengunjung Hadiri West Java Festival 2023, Masyarakat Serbu Area Gedung Sate Bandung

Baginya, hal itu menjadi salah satu Pekerjaan Rumah (PR) dari KPU Kota Bogor yang harus diselesaikan. Sebab menurut Samsudin, seharusnya semua warga Kota Bogor tahu kapan pelaksanaan Pemilu 2024.

Pihaknya menyoroti pentingnya mengatasi masalah tersebut serta memastikan seluruh penduduk Kota Bogor mengetahui tanggal pelaksanaan Pemilu 2024.

Demi mencapai tujuan itu, Samsudin menyatakan bahwa KPU akan berkolaborasi dengan partai politik (Parpol) untuk mengedukasi masyarakat mengenai tahapan dan jadwal pemilu.

“Kami optimis bisa di 0-kan. 0 persen lah. Ini caranya kami bareng partai akan bersinergi, bersamaan dengan keluarnya DCS (Daftar Calon Sementara, red) hingga DCT (Daftar Calon Tetap, red). Jadi bisa ngegas sosialisasinya,” ujar Samsudin.

Dia juga menyampaikan optimisme pihaknya dalam mengurangi angka ketidaktahuan ini dengan tingkat partisipasi Pemilu 2024 sebanyak 90 persen.

“Target ini meningkat dibandingkan Pemilu lima tahun lalu yang ada di angka 80-an persen. Jadi Kami optimis bisa kejar itu. Kita kejar partisipasi warga Pemilu 2024 sebanyak 90 persen,” tukas Samsudin.

Diketahui, ajang Pesta Demokrasi itu dijadwalkan pada tanggal 14 Februari 2024, yang melibatkan tahapan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). (YUD)

0 Komentar