Angka Kelahiran Total Berhasil Turun Hingga 2,14

JABAR EKSPRES – Pemerintah telah berhasil mengurangi angka kelahiran total menjadi 2,14 sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk dan membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa angka kelahiran total, yang menunjukkan jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh perempuan dalam rentang usia subur (15 – 49 tahun), telah menurun dari 5,6 pada tahun 1971 menjadi 2,14 pada tahun 2022.

“Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN, menyampaikan bahwa angka kelahiran total sebanyak 2,14 sudah dianggap cukup rendah,” demikian disampaikan dalam siaran pers BKKBN di Jakarta pada hari Kamis.

BACA JUGA: Filantropis Asal Jepang Berniat Tingkatkan SDM Indonesia

Hasto menjelaskan bahwa angka kelahiran total 2,14 dapat menjadi pondasi dalam meraih tujuan Indonesia Emas 2045.

“Konsep Indonesia Emas menuntut kita untuk mencapai peringkat empat atau lima besar ekonomi dunia, dan ini akan lebih tercapai jika tenaga kerja kita terkendali,” ujar Hasto.

Dalam usaha mencapai Indonesia Emas 2045, Hasto menegaskan bahwa penurunan angka kelahiran total harus diiringi dengan upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).

“Kita perlu mempersiapkan SDM generasi mendatang yang mampu bersaing di berbagai sektor,” tegasnya.

Pada rapat yang membahas program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana nasional (Bangga Kencana), serta percepatan penurunan angka stunting pada hari Rabu (30/8), Hasto menekankan perlunya percepatan pencapaian tujuan program Bangga Kencana dan penurunan angka stunting dalam rangka membangun SDM yang berkualitas.

Dalam konteks ini, Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), menyoroti pentingnya memperkuat perencanaan anggaran awal untuk memaksimalkan pelaksanaan program.

“Ukuran anggaran yang terbatas tidak boleh menjadi hambatan dalam mencapai target. Kita harus memperkuat perencanaan dari awal, bagaimana anggaran yang terbatas ini dapat menghasilkan dampak yang signifikan,” katanya.

BACA JUGA: MPXL Ikut Berperan dalam Proyek Pembangunan IKN

“Perencanaan harus solid sejak awal. Tantangannya adalah bagaimana menggunakan anggaran yang terbatas untuk mencapai hasil yang besar. Bagaimana dengan sumber daya yang terbatas ini, kita dapat meraih manfaat yang besar,” tambahnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan