JABAR EKSPRES – Kekeringan yang melanda di beberapa wilayah akibat kemarau panjang dan fenomena el nino kini mulai dirasakan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung.
Selain itu, untuk menjaga pasokan air bersih pihaknya pun langsung melakukan peninjauan ke Situ Cileunca untuk melihat langsung bagaimana perkembangan persediaan air baku di situ tersebut.
“Persediaan air baku Situ Cileunca itu juga berasal dari Situ Cipanunjang,” katanya.
Baca Juga:Belum Diketahui Pasti Penyebabnya, Polda Jabar Masih Kesulitan Investigasi Kebakaran TPAS SarimuktiDua Kios di Pancoran Mas Depok Dilalap si Jago Merah, Saksi Beberkan Kronologinya
Uka mengungkapkan bahwa ancaman kekeringan yang disebabkan oleh dampak perubahan cuaca El Nino itu jangan sampai membuat masyarakat panik.
Terlebih pihaknya sudah rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten bandung dengan membahas ancaman kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan.
“Saya minta masyarakat untuk sabar, tenang dan berdoa kepada Allah SWT semoga segera turun hujan,” tutur ungkapnya.
Ia juga melihat kondisi cuaca di Kabupaten Bandung juga diluar prediksi manusia. Pada Minggu (27 Agustus 2023) lalu sempat turun hujan di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, seperti di Cangkuang, Soreang, Banjaran dan kecamatan lainnya.
“Meski beberapa pihak memprediksi mulai turun hujan pada November 2023 hingga awal Februari 2024 mendatang. Jangan menjadi kekhawatiran yang berlebihan, terutama bagi masyarakat,” tuturnya.
