Ini berarti setiap tahunnya, Indonesia memerlukan sekitar 600 ribu talenta digital baru. “Namun, perguruan tinggi saat ini hanya dapat menghasilkan sekitar 100-200 ribu talenta saja, sehingga terdapat kekurangan sebanyak 400-500 ribu talenta digital yang dibutuhkan,” katanya.
Agung menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja dalam bidang kecerdasan digital, perguruan tinggi perlu memberikan pendidikan formal dan pelatihan vokasional. “Pemerintah tidak bisa mengatasi situasi ini sendirian, mengingat ada kekurangan besar yang perlu kita isi,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pers pada Selasa (29/8/2023).
Sementara itu, Danang Giri Sadewa, seorang Influencer media sosial, mengungkapkan bahwa transformasi digital membuka berbagai peluang kerja baru. Menurutnya, akses terhadap informasi dan kemudahan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga:Pemkot Membentuk Satgas Sampah Kerena TPA Sarimukti Akan ditutup SementaraKepala OJK Memberi Himbauan Kepada UMKM Agar Tidak Bersangkutan dengan Rentenir
“Peningkatan kecerdasan digital sangat penting, karena ada banyak potensi yang perlu diperluas. Tanpa kecerdasan digital, kita akan tertinggal,” tambahnya.
