JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait potensi kenaikan subsidi untuk konversi motor listrik dari sebelumnya Rp7 juta menjadi Rp10 juta. Langkah ini diambil dengan harapan dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan motor berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Rencana ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menurunkan tingkat polusi udara yang mengkhawatirkan, terutama di wilayah Jabodetabek.
Meski demikian, realisasi program subsidi untuk konversi motor listrik senilai Rp7 juta masih tergolong rendah. Hingga bulan Juli lalu, hanya sekitar 5.000 unit yang berhasil diwujudkan. Padahal, pemerintah sebelumnya telah menargetkan realisasi subsidi ini mencapai 200 ribu unit. Upaya peningkatan insentif diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan terhadap adopsi kendaraan listrik di tengah masyarakat.
