JABAR EKSPRES – Danske Patrioter, sebuah kelompok ultranasionalis yang dikenal dengan nama Patriot Denmark, telah melancarkan aksi provokatif dengan membakar salinan Al-Qur’an di depan Kedutaan Besar Turki dan Irak yang terletak di ibu kota Denmark.
Pada hari Sabtu yang lalu, kelompok tersebut kembali melakukan aksi serupa dengan membakar kembali salinan Al-Qur’an di hadapan Kedutaan Besar Irak di Kopenhagen. Aksi kontroversial ini terjadi pada Minggu, 13 Agustus 2023.
Dalam aksi yang dipandang kontroversial ini, anggota dari kelompok ultranasionalis tersebut tak hanya membakar salinan Al-Qur’an, tetapi juga mengeluarkan slogan-slogan anti-Islam yang meresahkan.
Baca Juga:8 Manfaat Luar Biasa Sarapan Pagi bagi Kesehatan8 Aktivitas Pagi yang Bermanfaat bagi Kesehatan
Rekaman langsung dari aksi provokatif ini disiarkan melalui akun media sosial milik kelompok ultranasionalis tersebut, dan telah menimbulkan gelombang kontroversi dan kecaman dari berbagai pihak.
Insiden serupa sebelumnya juga telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir di negara-negara Eropa utara dan Nordik.
Tindakan pembakaran Al-Qur’an, penistaan agama, serta tindakan-tindakan lainnya yang mencerminkan islamofobia telah dilaporkan terjadi.
Pelaku-pelaku dari tindakan semacam ini sering kali dikaitkan dengan pandangan radikal terhadap Islam.
Dampak dari aksi provokatif ini tidak hanya berhenti pada tingkat nasional, melainkan juga telah memicu reaksi keras dari negara-negara Muslim di seluruh dunia.
Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah merespon dengan mengambil langkah untuk menangani situasi ini.
