JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 5 Sukabumi mengaku sudah melakukan beberapa langkah dalam mengantisipasi tindakan baik kekerasan maupun tawuran dikalangan pelajar.
Kepala KCD Wilayah 5 Sukabumi, Nonong Winarni mengaku telah membentuk satuan gugus tugas atau satgas anti tawuran yang didalamnya meliputi wakil kepala sekolah (wakasek) bidang kesiswaan, hingga unsur aparat penegak hukum (APH).
“Karena banyaknya kejadian itu (kekerasan atau aksi tawuran) sebetulnya diluar jam-jam sekolah. Oleh karenanya, pihak sekolah ini sekarang mulia intensif membangun komunikas bersama orang tua seperti menghimbau atau mengingatkan untuk lebih mengawasi anaknya diluar jam-jam sekolah,” ungkapnya
Baca Juga:Terima Laporan Warga, PUPR Kota Bogor Eksekusi Tiang Miring Milik Penyedia InternetPresiden Jokowi Sebut Kaesang Tak Maju di Pilkada, PSI Depok: Sayang Sekali!
Maka dari itu, Nonong berharap hal ini menjadi langkah antisipasi dari berbagai macam tindakan kekerasan hingga aksi tawuran di kalangan pelajar.
Diketahui sebelumnya, aksi kekerasan sesama pelajar terjadi, peristiwa ini melibatkan seorang pelajar SMK di Sukabumi yang kemudian tewas setelah diduga melakukan aksi tawuran pada Rabu (9/8).
“Untuk informasi sementara, itu kejadian terjadi pada jam 24.00 WIB – 02.00 WIB dini hari (Rabu kemarin). Untuk korban (tewas) dari siswa SMK pasundan Kota Sukabumi. Korbannya satu orang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/8).
