Bukan Hanya di Sujud Terakhir, Doa Setiap Sujud Juga Punya Keutamaan ini

Ilustrasi memperbanyak doa saat sujud terakhir sholat. (freepik)
Ilustrasi memperbanyak doa saat sujud terakhir sholat. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Berdoa di waktu sujud dalam sholat merupakan salah satu waktu yang mustajab. Sayangnya selama ini banyak orang hanya berdoa di waktu sujud terakhir saja. Padahal semua sujud dalam sholat juga merupakan waktu yang mustajab.

Ketika manusia sedang sujud, maka saat itu menjadi waktu yang paling dekat antara hamba dan Tuhannya. Hal ini disebutkan dalam salah satu hadits berikut ini :

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika itu.” (HR. Muslim no. 482)

Baca Juga:Rekomendasi Menu Diet Sederhana Untuk PemulaHati-hati Jika  Ada Permen Tergeletak di Pinggir Jalan, Bisa Jadi Modus Baru Peredaran Sabu

Selama dalam kedekatan tersebut, maka dianjurkan untuk memanjatkan doa sebanyak-banyaknya kepada Allah. Hal ini tentu saja berlaku saat kita tidak sedang sholat berjamaah.

Karena selama sholat berjamaah, maka makmum wajib mengikuti imam, hal ini pula yang selama ini menjadi alasan orang banyak memanjatkan doa di saat sujud terakhir saja. Karena saat sujud terakhir maka kita tidak akan ketinggalan gerakan sholat lain, karena hanya tinggal duduk tahiyat akhir dan salam.

Makanya sering kali kita melihat, saat sedang sholat berjamaah, ada makmum yang terlambat salam karena memperlama sujudnya, karena membaca dzikir sujud dan memperbanyak doa ketika sujud juga .

Meski begitu, ada beberapa ulama yang menyebutkan bahwa memperbanyak doa saat sujud bukanlah sunah Rosulullah. Karena Nabi Muhammad melakukan sujud dengan rukuk pada durasi waktu yang sama.

Hal ini juga diriwayatkan oleh Al-Barra’ bin ‘Azib mengatakan,

كَانَ رُكُوعُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَسُجُودُهُ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ وَبَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ قَرِيبًا مِنَ السَّوَاءِ

“Ruku’, sujud, bangkit dari ruku’ (i’tidal), dan duduk antara dua sujud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya hampir sama (lama dan thuma’ninahnya).” (HR. Bukhari no. 801 dan Muslim no. 471)

Selain pada waktu sujud, tempat lainnya yang mustajab dalam shalat adalah setelah tasyahhud sebelum salam. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut ini :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya,

أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ

Doa apakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allah)? Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Doa) di tengah malam (akhir malam) dan di ujung (akhir) shalat-shalat (lima waktu) yang wajib.” (HR. At-Tirmidzi, no. 9936, hasan)

0 Komentar