JABAR EKSPRES – Rencana pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Raya Nusantara dipastikan gagal, setelah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tidak merekomendasikan SSA di Jalan Raya Nusantara.
Menurut Kabid Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dishub Kota Depok, Ari Manggala mengatakan rencana ujicoba SSA di Jalan Raya Nusantara batal dilakukan lantaran tidak mendapatkan rekomendasi dari BPTJ.
Menurut dia, alasan BPTJ tidak merekomendasikan SSA karena kendaraan yang biasa melintas di Jalan Raya Nusantara akan melintas dan memadati jalan lingkungan yang ada disekitarnya.
Baca Juga:Soroti Dugaan Kecurangan PPDB, Pakar Pendidikan UPI Sebut Tindakan Kepada 89 Siswa Dinilai TerlambatAHMC Gelar Kopdargab dan Rapat Kerja Kepengurusan Baru
Sementara, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Hafid Nasir meminta agar pemerintah kota mempertimbangkan kebijakan tersebut.
“Khawatir jika diberlakukan kembali SSA di ruas Jalan Raya Nusantara, justru membuat “crowded” kendaraan di beberapa persimpangan jalan,” kata Ketua Fraksi PKS Depok Hafid Nasir, Jumat, 4 Agustus 2023.
Karena menurutnya, pengendara mobil atau motor dari arah Jalan Pitara dan Jalan Sawangan tidak bisa lagi langsung lewat Jalan Raya Nusantara.
Mengingat kondisi di Jalan Nusantara banyak sekolah sehingga orang tua yang mengantar anak-anaknya ke sekolah harus berputar menuju Jalan Melati Raya, Mawar Raya dan Irian Jaya.
